"Namun pelaksanaan pasar murah tersebut bukan di daerah perkotaan, tapi sengaja di daerah pinggiran," ujar Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kalimantan Selatan (Kalsel), Ibnu Sina, di Banjarmasin, Jumat.
"Pasar murah tersebut untuk membantu masyarakat Muslim dalam upaya pemenuhan kebutuhan bulan puasa Ramadhan 1433 Hijriah khususnya dan syukur-syukur kalau bisa hingga keperluan Idul Fitri mendatang, seperti gula pasir dan minyak goreng," lanjutnya.
Mengenai alasan menggelar pasar murah di daerah pinggiran atau pedesaan, bukan perkotaan, menurut dia, antara lain karena warga masyarakat kota bisa dengan mudah mendapatkan berbagai kebutuhan bulan puasa Ramadhan dan Lebaran.
"Bahkan warga masyarakat perkotaan juga mudah mendapat barang kebutuhan puasa Ramadhan dan lebaran dengan harga relatif lebih murah dari pedesaan atau daerah pinggiran," tandas anggota Komisi III bidang pembangunan dan infrastruktur DPRD Kalsel itu.
Sebagai contoh harga eceran gula pasir di perkotaan paling mahal Rp16.000/Kg. Tapi kalau di daerah pinggiran atau pedesaan yang jauh dari ibu kota provinsi ataupun ibukota kabupaten/kota harga gula pasir bisa mencapai Rp17.000/Kg dan lebih lagi.
"Sementara warga masyarakat pedesaan atau daerah pinggiran itu juga butuh gula pasir, dan karenanya perlu perhatian bersama," lanjutnya kepada wartawan yang tergabung dalam "Journalist Parliament Community" (JPC) Kalsel.
Oleh karenanya pula, gelar pasar murah Ramadhan 1433 H dari PKS tersebut tidak di Banjarmasin, tapi di kabupaten, seperti daerah hulu sungai atau "Banua Enam" Kalsel, antara lain Hulu Sungai Selatan dan Hulu Sungai Tengah.
Selain menggelar pasar murah, DPW PKS Kalsel melakukan safari Ramadhan 1433 H ke kabupaten/kota seprovinsi tersebut, dimulai 27 Juli 2012 hingga menjelang Idul Fitri nanti, kecuali dalam Kota Banjarmasin sudah berlangsung sejak beberapa hari lalu.
Safari Ramadhan tersebut, untuk lebih meningkatkan silaturrahim antar sesama kader PKS dan simpatisan serta masyarakat umum, demikian Ibnu Sina. 52
: Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.