Harga daging sapi di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan memasuki hari ke-6 Ramadan 1433 Hijriyah bertahan sebesar Rp90.000 per kilogram atau sama sebelum bulan Ramadan.

"Harga daging sapi sejak sebelum Ramadan hingga sekarang masih bertahan Rp90.000 per kilogram," ujar pedagang daging di los Pasar Bauntung Banjarbaru, Juhriah, Kamis.

Bahkan, kata dia, harga daging sapi naik Rp10.000 sehingga menjadi Rp100.000 per kilogram pada pagi hari dan berangsur-angsur turun ke harga normal menjadi Rp90.000 menjelang siang.

Dijelaskan, naiknya harga sapi pada pagi hari itu karena selain daging masih segar juga bagian daging merupakan bagian yang bagus atau has sehingga pembeli tertentu cukup banyak yang menyukainya.

"Walau pun harganya lebih mahal di pagi hari, tetapi cukup banyak pembeli yang datang karena mereka lebih memilih bagian daging dengan kualitas yang baik," ujar wanita separuh baya itu.

Ia mengatakan, masih bertahannya harga daging sebesar Rp90.000 per kilogram disebabkan tingginya pembuatan makanan olahan dari daging baik untuk keperluan berbuka puasa maupun sahur.

Apalagi, di Kota Banjarbaru cukup banyak rumah makan yang menyediakan makanan berbahan daging seperti rendang atau gulai sehingga permintaan daging hewan ternak tersebut tetap tinggi.

"Makanya harga daging tetap stabil dan tidak mengalami penurunan sejak sebelum Ramadan karena banyaknya permintaan masyarakat yang mengolah makanan berbahan daging," ungkapnya.

Pedagang daging lain, Ratna memperkirakan, harga daging sapi naik mendekati hari raya seiring semakin tingginya permintaan masyarakat pada hari besar umat muslim tersebut.

"Kami berharap, pasokan daging tetap lancar sehingga bisa memenuhi permintaan masyarakat meski harganya naik dari harga pada hari-hari biasanya," kata dia.


Editor : Asmuni Kadri

COPYRIGHT © ANTARA 2026