Penumpang arus mudik lebaran Idul Fitri 1433 hijriah di Kalimantan Selatan diprediksi naik antara lima hingga sepuluh persen baik untuk angkutan laut, udara, maupun darat.


Kepala Bidang Lalu Lintas Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Basiran di Banjarmasin Rabu mengatakan, berdasarkan rapat gabungan yang dilaksanakan pada 10 Juli 2012, disampaikan arus mudik lebaran bakal terjadi peningkatan signifikan kecuali angkutan darat yang diprediksi turun.

Mengantisipasi hal tersebut, kata dia, untuk angkutan udara, akan ditambah pesawat seperti dari Lion Air akan menambah Boeng 279-900 ER begitu juga dengan angkutan laut, juga akan disiapkan kapal cadangan yaitu KRI.

"Berdasarkan pengalaman sebelumnya, yang mengalami peningkatan jumlah penumpajng secara signifikan adalah angkutan laut dan angkutan udara, sedangkan darat, kendati tetap kita antisipasi terjadi kenaikan hingga lima persen, namun jumlah angkutannya masih relatif mencukupi," katanya.

Dengan demikian, kata dia, saat ini tim memberikan perhatian lebih besar untuk penyediaan angkutan laut dan udara, namun tetap memberikan perhatian kepada sarana dan prasarana angkutan darat.

"Seperti Dinas PU, sejak awal bulan Juli sudah "ngebut" menyelesaikan proyek pembangunan jalan dengan target sepuluh hari sebelum lebaran sudah selesai, minimal peralatan proyek bersih dari jalan," katanya.

Begitu juga dengan Polda Kalsel, telah menyiapkan 32 pos PAM dan 39 titik pos Pantau, untuk membantu para pemudik yang sebagian besar mengendarai sepeda motor, khususnya pemudik dalam provinsi.

Sedangkan untuk angkutan laut, berdasarkan pengalaman tahun 2011, kenaikan jumlah penumpangnya mencapai 59 persen dibanding 2010, sehingga diperkirakan pada 2012 ini jumlah penumpang juga akan membludak seperti sebelumnya.

Pada Lebaran Idul Fitri 2011 jumlah penumpang kapal arus mudik di Kalimantan Selatan (Kalsel) mencapai 22.869 orang naik signifikan dibanding 2010 yang hanya tercatat 14.682 orang.

Rata-rata kenaikan jumlah penumpang arus mudik terjadi kenaikan hingga 130 persen bahkan ada yang hampir 200 persen per hari dibanding 2010.

Seperti pada H-13 jumlah penumpang pada 2010 hanya sekitar 457 orang namun pada 2011 telah mencapai seribu penumpang lebih atau naik hingga 132 persen lebih.

Begitu juga pada H-11 pada 2010 jumlah penumpang naik hanya sekitar 514 orang saja, dan 2011 sebanyak 1.511 orang atau naik hingga 193 persen lebih.

Jumlah tersebut meningkat hingga H-8-H-4 lebaran yang merupakan puncak arus mudik dengan total jumlah pemudik rata-rata antara 2.000 hingga 4.000 penumpang per hari.

"Sehingga bila di total jumlah arus mudik selama lebaran mencapai 22.869 orang," kata Urip kepada Sekda Pemprov Kalsel Mukhlis Gafuri.

  Sebelumnya, Adpel juga menyampaikan kenaikan jumlah penumpang yang cukup signifikan tersebut terjadi karena pertumbuhan investasi di Kalsel yang mulai menggeliat terutama di sektor perkebunan./B/D.


Editor : Asmuni Kadri

COPYRIGHT © ANTARA 2026