Menurut salah seorang pengurus dan pendiri koperasi tersebut, Maslah, di Balai Kiyu, sekitar 35 kilometer dari Barabai, ibu kota Hulu Sungai Tengah (HST), Senin, dibutuhkan waktu satu tahun untuk dapat membangun koperasi tersebut.
"Terhitung sejak Februari 2011 lalu para anggota mengumpulkan uang setiap bulannya hingga Februari 2012 akhirnya pembangunan koperasi itu dapat direalisasikan," ujarnya.
Setiap bulan, sejak Februari 2011 lalu, 23 orang anggota koperasi mengumpulkan uang sebesar Rp25 ribu hingga akhirnya pada Februari 2012 terkumpul sebanyak Rp6.900.000.
Ia mengatakan, dari total dana yang terkumpul itu sebanyak Rp3 juta dijadikan modal awal dan sisanya untuk pembangunan warung yang sekaligus sebagai kantor.
"Sebenarnya kami ingin mendirikan koperasi simpan pinjam, tetapi dana yang ada masih sedikit sehingga diputuskan untuk mendirikan warung yang menjual bahan kebutuhan pokok serta rumah tangga baik bagi anggota maupun masyarakat umum," katanya.
Kawasan pemukiman masyarakat adat di Balai Kiyu sendiri saat ini masih masuk dalam kategori daerah terpencil karena letaknya yang cukup jauh dari pusat kota dan sulitnya akses jalan untuk menuju ke sana.
Untuk sampai ke kawasan tersebut harus melalui jalan yang meskipun sudah dapat dilalui oleh kendaraan tetapi kondisinya rusak dan harus mendaki gunung dengan ketinggian sekitar 600 meter.
Sebelum adanya koperasi tersebut, masyarakat adat Dayak Meratus di Balai Kiyu harus menempuh perjalanan sekitar 2 jam ke desa terdekat untuk membeli berbagai kebutuhan rumah tangga.
Ia menambahkan, dari hasil penjualan barang kebutuhan rumah tangga tersebut saat ini setiap bulannya para anggota sudah mendapatkan keuntungan sebanyak Rp5 ribu perorang.
"Tapi pembagian keuntungan itu untuk saat ini belum dibagikan karena masih dibutuhkan untuk menambah modal dan variasi barang di koperasi kami," tambahnya.
Keberadaan koperasi tersebut dalam jangka pendek diharapkan mempermudah warga setempat dalam upaya pemenuhan kebutuhan pokok dan rumah tangga serta untuk jangka panjang berimbas pada peningkatan kesejahteraan anggotanya.C
: Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.