Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Banjarmasin Rusmin Ardhaliwa di Banjarmasin, Senin, menyatakan, otimistis bisa tercapai 50 lokasi bank sampah tersebut karena program itu terus digalakan.
Hingga saat ini, katanya, sudah ada 20 bank sampah, dan akan bertambah lagi 10 bank sampah dalam waktu dekat ini, hingga akhirnya mencapai 50 bank sampah.
Ia menjelaskan, sikap optimsitis tersebut setelah melihat kenyataan bahwa masyarakat sudah banyak yang menyadari bahwa sampah ternyata memiliki nilai ekonomi, sehingga banyak daerah yang berminat pula mendirikan bank sampah tersebut.
Contoh daerah yang sudah merasakan manfaat bank sampah itu, katanya, di Kelayan Dalam.
Ia menjelaskan, bank sampah di lokasi itu selain bisa memberikan tambahan penghasilan anggota atau nasabahnya, lingkungan mereka juga terjaga kebersihannya.
"Langkah warga Kelayan Dalam mendirikan bank sampah ini sangat membantu menanggulangi masalah sampah yang sulit tuntas di daerah kita," katanya.
Konsultan Pemberdayaan Bank Sampah di Banjarmasin Fathurrahman menyatakan, sangat mudah untuk masyarakat yang beminat mendirikan bank sampah.
Pihaknya bersedia memberikan pengarahan secara langsung kepada masyarakat.
"Cukup 10 atau 15 warga anggota sudah bisa diberikan pelatihan pengelolaan bank sampah," katanya.
Menurut Faturahman, warga cukup bermodal timbangan, sudah bisa menjalan bank sampah itu.
Bahkan, katanya, kalau sudah bisa beroperasi dengan lancar dana bantuan bisa mereka dapatkan.
Bank sampah adalah cara pengumpulan sampah oleh masyarakat kemudian sampah tersebut dipilah-pilah menjadi barang berharga termasuk dijadikan pupuk organik.C
: Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.