Bupati Kotabaru Irhami Ridjani di Banjarmasin, Kamis mengatakan, pembangunan jalan dari Kotabaru menuju Kotalama tersebut kini telah selesai sepanjang 12 kilometer dengan total dana tidak kurang dari Rp60 miliar.
"Berapa habisnya jalan tersebut tidak bisa saya sampaikan secara rinci karena pembangunan tersebut murni dari bantuan perusahaan dan masyarakat, tapi kalau ditotal kemungkinan tidak kurang dari Rp60 miliar," katanya.
Saat ini, kata dia, pembangunan jalan yang langsung dia awasi tersebut tersebut masih terus berlanjut hingga seluruh jalan terbangun dengan baik.
"Setiap kali pulang kerja dari kantor, saya langsung ke lapangan untuk memantau proses pembangunan jalan tersebut, dan saya yakin ini bisa berhasil dengan baik," katanya.
Selain jalan, tambah Bupati, saat ini dia juga sedang mengusahakan pembangunan jembatan Tanjung Ayun sepanjang tiga kilometer untuk membuka akses jalan di daerah tersebut.
Diperkirakan, pembangunan jembatan yang kini sedang dalam proses melengkapi administrasi tersebut, akan dimulai pada 2013 atau maksimal sebelum masa jabatannya sebagai Bupati Kotabaru berakhir.
Dengan terbangunnya jembatan tersebut, kata dia, bukan hanya akan membuka akses ekonomi bagi masyarakat, tetapi juga mengurangi terjadinya kecelakaan laut yang kini hampir terjadi setiap tahun.
"Hampir setiap tahun di Kotabaru terjadi kecelakaan laut yang mengakibatkan beberapa masyarakat meninggal, karena tidak ada akses jalan lain pada saat cuaca buruk," katanya.
Dengan terbangunnya jembatan tersebut, kata dia, maka akan menjadi solusi bagi masyarakat untuk melintasi jalan darat, terutama pada saat musim gelombang tinggi atau angin kencang.
Rencananya, biaya pembangunan jalan tersebut juga berasal dari pihak ketiga atau perusahaan, sehingga tidak perlu memanfaatkan dana APBD atau APBN.
Sebelumnya disampaikan, jembatan Tanjung Ayun-Tarjun rencananya akan dibangun dengan dana sekitar Rp1 triliun lebih.
Dana tersebut murni hibah dari perusahaan konsorsium PT Sebuku Iron Lateritic Ores (SILO) sebagai konpensasi diberikannya izin pembangunan industri pengolahan baja dan perusahaan tambang biji besi dan batu bara di Kotabaru./B/B
Editor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.