Asosiasi Pengusaha Indonesia Kalimantan Selatan meminta pemerintah pusat maupun pemerintah daerah menyelamatkan pasar buah lokal yang kini sedang mendapatkan serbuan produk impor yang sudah merambah hingga desa-desa.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kalimantan Selatan Adi Laksono di Banjarmasin, Kamis mengatakan, saat ini di Kalimantan Selatan hampir sepanjang jalan dipenuhi oleh produk buah impor.

Buah-buah tersebut mulai dari durian, jeruk, anggur, apel dan lainnya, semuanya merupakan produk impor, yang sebenarnya di Kalsel sendiri potensi buah-buah sejinis cukup besar.

"Kita punya buah durian lokal yang rasanya cukup manis, juga jeruk, manggis dan lainnya, namun kita lihat disepanjang jalan yang ada justru durian montong, pir dan anggur yang semuanya merupakan buah impor," katanya.

Menurut Adi, kampanye yang dilakukan Kementerian Perdagangan dengan cara menolak buah impor pada saat jamuan di sebuah acara resmi, kurangefektif untuk dilaksanakan, karena kurang berpengaruh untuk mengubah konsumsi masyarakat terhadap buah-buahan tersebut.

Sehingga, tambah dia, perlu ada kebijakan tegas dari pemerintah, misalnya melarang masuknya buah-buahan impor jenis tertentu yang memang didalam negeri cukup melimpah.

"Bila serbuan buah impor tersebut dibiarkan, dikhawatirkan akan semakin mengancam kesejahteraan dan peluang kerja petani," katanya.

Berdasarkan survei dari Badan Pusat Statatistik Kalimantan Selatan tentang produksi tanaman buah-buahan dan sayuran Provinsi Kalimantan Selatan 2012, potensi buah lokal Kalsel cukup besar.

Berdasarkan data hasil survei tersebut, tanaman yang dikumpulkan dalam survei pertama adalah belimbing, alpukat, langsat, durian, jambu biji, jambu air, sirsak, jeruk siam atau keprok, jeruk besar, mangga, manggis, nangka, cempedak, pepaya, nanas, pisang, rambutan, salak, sawo, melon , semangka dan blewah.

Total produksi buah-buah di Kalsel pada 2011 mencapai 3.028.405 kwintal, sedangkan tanaman yang memberikan kontribusi produksi terbesar adalah jeruk keprok dan pisang.

Tanaman jeruk keprok siam menghasilkan produksi sekitar 1.146.001 kwintal atau sekitar 37,84 persen dari total produksi buah-buahan di Kalsel. Daerah penghasil jeruk terbesar di Kalsel adalah, Kabupaten Barito Kuala, Banjar dan Tapin.

Sedangkan tanaman kedua terbesar adalah pisang, tanaman ini memberikan sumbangan terhadap produksi buah Kalsel sebanyak 650.730 kuintal atau 21,49 persen, yang dihasilkan oleh Kabuaten Balangan, Hulu Sungai Tengah dan Tapin.

Tanaman buah lainnya, seperti duku, langsat, durian, pepaya, juga memberikan kontribusi cukup besar untuk produksi buah Kalsel, yang dihasilkan oleh sebagian besar kabupaten di Kalsel.






: Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026