Hingga Juni 2012, realisasi produksi padi di Tabalong, Kalimantan Selatan mencapai 85.260 ton gabah kering giling dari target sebesar 138.366 ton.
Menurut kepala seksi sumber daya, Dinas tanaman pangan, peternakan dan perikanan Tabalong, Syam�ni untuk meningkatkan produksi dan produktivitas padi pemerintah daerah telah memberikan bantuan benih padi unggul seperti jenis cibogo dan inpari 13.
"Dari target produksi padi sebesar 138.366 ton gabah kering kering, sudah terealisasi hingga Juni 85.266 ton," jelas Syam�ni, Rabu di Tanjung, ibukota Tabalong.
Selain memberikan bantuan benih padi unggul bermutu melalui cadangan benih nasional, Distanakkan setempat juga melakukan perluasan areal melalui peningkatan indeks pertanaman dan cetak sawah untuk meningkatkan produksi padi.
Termasuk bantuan peralatan pra dan pasca panen, pengendalian hama terpadu melalui kegiatan sekolah lapangan pengelolaan tanaman terpadu (SLPTT) di 12 kecamatan.
Sebelumnya Distanakkan Tabalong melaksanakan pertemuan koordinasi pelaksanaan kegiatan tanaman pangan yang diikuti 22 kelompok tani, 2 gabungan kelompok tani (Gapoktan) pelaksana kegiatan bantuan sarana pasca panen dan 1 penangkar benih padi.
Plt Kadistanakkan Tabalong, Marzuki Hakim mengatakan untuk bantuan sarana pasca panen diberikan kepada gapoktan Kecamatan Muara Uya dan Banua Lawas, masing-masing sebesar Rp130 juta.
Sedangkan bantuan pemberdayaan penangkar benih padi sebesar Rp175 juta kepada penangkar benih di Kecamatan Jaro.
"Bantuan sarana pasca panen dan pemberdayaan penangkar benih padi bersumber dari dana APBN yang diberikan kepada gapoktan Muara Uya dan Banua Lawas serta satu penangkar benih di Kecamatan Jaro," jelas Marzuki.
Dalam pertemuan koordinasi tersebut hadir sejumlah nara sumber dari Dinas pertanian, tanaman pangan dan hortikultura propinsi Kalsel diantaranya Kabid tanaman pangan Fathurahman, Kasi pengembangan padi Sugian Suryadi dan Kasi pengolahan Vitaria Siregar./nia/D.
Editor : Hasan Zainuddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.