Menjelang bulan puasa Ramadhan 1433 Hijriah, yang diperkirakan tinggal sembilan atau sepuluh hari lagi, harga ikan basah di pasaran Banjarmasin dan sekitarnya melambung, demikian dilaporkan Rabu.


Sejumlah ibu rumah tangga mengaku, kaget dengan melambungnya harga ikan basah/ikan segar di pasaran Banjarmasin dan sekitarnya, sebagaimana pengakuan Hj Nurul (58), salah seorang warga ibukota Provinsi Kalimantan Selatan itu.

Ibu dari dua anak itu mengaku, kaget harga ikan "haruan" (gabus) di pasar tumpah Jalan A Yani Km8 Banjarmasin, Rabu pagi Rp50.000/Kg, sedangkan sehari sebelumnya cuma Rp35.000/Kg dengan ukuran besaran yang tak jauh beda.

Begitu pula "iwak" (ikan) baung per kilogram dari sebelumnya cuma Rp30.000 menjadi Rp40.000, ungkap ibu rumah tangga (irt) yang juga masih berstatus pegawai negeri itu.

Keadaan serupa dengan harga ikan laut, seperti jenis peda, sebelumnya per kilogram cuma sekitar Rp30.000, kini menjadi Rp40.000, demikian Nurul.

Sementara Minah (33), seorang pedagang ikan basah di bilangan A Yani Km8 atau Kecamatan Kertak Hanyar Kabupaten Banjar Kalsel tersebut, menyatakan, dirinya terpaksa menjual mahal barang kebutuhan pokok itu, karena membelinya pun dengan harga mahal.

Ibu dari tiga anak itu juga mengaku, heran dengan kenaikan harga ikan basah yang cukup tinggi, karena sebagaimana tahun-tahun sebelumnya hal tersebut terjadi sekitar tiga atau dua hari menjelang Ramadhan.

Oleh sebab itu, warga Kertak Hanyar tersebut memperkirakan, harga ikan basah/segar saat dua atau tiga hari menjelang bulan puasa Ramadhan 1433 H bisa naik lagi.

"Karena biasanya penangkap ikan, mendekati bulan puasa Ramadhan istirahat sebentar atau beberapa hari, guna menyambut bulan suci yang penuh rahmat, berkah dan maghfirah Allah Swt itu," tuturnya.

  Padahal sebagaimana biasanya, menjelang Ramadhan dan terlebih saat bulan puasa tersebut, permintaan ikan basah/segar sedikit bertambah dibandingkan dengan hari-hari biasa, demikian Minah./SHN/D



: Hasan Zainuddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026