Sejumlah peternak unggas di beberapa kabupaten di Kalimantan Selatan, mulai mengantisipasi terjadinya kenaikan permintaan daging ayam selama Ramadhan hingga Idhul Fitri 1433 Hijriah.
"Mulai pekan ini, keluarga kami harus memasukkan bibit ayam atau Day Old Chicken (DOC) ke kandang agar bisa dipanen tepat waktu dimana saat permintaan daging ayam selama Ramadhan hingga menjelang hari raya terpenuhi," kata Murtini, keluarga peternak unggas di Tanah Bumbu, Selasa.
Murtini mengungkapkan, untuk mengantisipasi permintaan daging ayam selama Ramadhan dan Idhul Fitri, keluarganya akan mengisi semua kandang-kandang yang kosong, yang dipserisapkan khusus untuk menyambut naiknya permintaan.
Dalam kondisi normal, permintaan akan daging ayam ras mencapai ribuan kilogram dalam sepekan.
Permintaan daging ayam diperkirakan akan naik hingga mencapai 100 persen selama Ramadhan, dan akan mencapai puncaknya menjelang Idhul Fitri.
Jika kenaikan tersebut tidak dipersiapkan mulai pekan ini, dipastikan ketika permintaan dari pasar mulai naik, peternak akan kalang kabut kehilangan kesempatan untuk mendapatkan penghasilan besar.
"Dalam kondisi normal, kami memerlukan sekitar 7.000 ekor per pekan," kata seorang pedagang di Kotabaru Ansyar.
Jumlah tersebut akan meningkat drastis selama Ramadhan, dan akan mencapai puncaknya menjelang Idhul Fitri.
Dia mengakui, dalam kondisi normal, peternak di Kotabaru belum mampu memenuhi permintaan, terlebih selama Ramadhan dan hari raya.
Ansyar mengaku, untuk memenuhi permintaan masyarakat di Kotabaru pihaknya terpaksa mendatangkan daging ayam dari Kabupaten Tanah Laut, dan Banjarbaru.
 Sudah menjadi hal yang lazim, setiap permintaan naik, harga daging ayam juga naik dari kondisi normal kisaran Rp8.000-Rp14.000 per kg/B/D
: Hasan Zainuddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.