Saya melihat kasus kecelakaan trennya menurun dalam Operasi Zebra Intan 2016 ke 2017. Semoga di tahun ini juga dapat ditekan
Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Yazid Fanani menginginkan angka kecelakaan dan fatalitas akibat laka lantas terus menurun.

"Saya melihat kasus kecelakaan trennya menurun dalam Operasi Zebra Intan 2016 ke 2017. Semoga di tahun ini juga dapat ditekan," kata Kapolda, Selasa.

Hal itu dikatakannya kepada wartawan usai apel gelar pasukan Operasi Zebra Intan 2018 di halaman Mapolresta Banjarmasin.

Berdasarkan data Direktorat Lalu Lintas Polda Kalsel, jumlah kasus kecelakaan pada Operasi Zebra Intan tahun 2017 hanya 4 kali terjadi dengan korban meninggal dunia 6 orang berbanding 24 kasus dan 21 jiwa tewas pada periode yang sama tahun 2016.
Untuk itu, Kapolda menekankan jika keberhasilan operasi bukan diukur dari seberapa banyak pengendara terjaring razia atau ditilang, namun dari jumlah kasus kecelakaan yang terjadi hingga merenggut korban jiwa.

"Tentunya dengan operasi ini diharapkan pengendara jadi lebih tertib dan anggota dapat meningkatkan kegiatan edukasi agar masyarakat sadar betapa pentingnya keselamatan di jalan raya yang sangat rawan jadi korban kecelakaan," tutur jenderal bintang dua itu.

Karena menurut Kapolda, setiap kecelakaan lalu lintas pasti didahului dari adanya pelanggaran baik oleh pelaku maupun korbannya. 

Adapun penindakan terhadap pelanggar lalu lintas akan dilakukan melalui razia stasioner dan juga sistem mobile, sehingga diharapkan Kapolda efektifitas penegakan hukum bisa dijalankan.

Sementara Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor yang turut hadir mengapresiasi dan mendukung penuh "Zero Accident" yang digaungkan Ditlantas Polda Kalsel.

"Tentu besar harapan kami juga sebagai pemerintah daerah untuk tidak ada kecelakaan di jalan raya Banua kita ini. Seperti diketahui, kecelakaan lalu lintas jadi salah satu pembunuh terbesar dan harus kita tekan bersama," kata gubernur yang akrab disapa Paman Birin itu.
Dia pun ikut mengimbau agar masyarakat selalu mematuhi aturan berlalu lintas dan membudayakan keselamatan sebagai kebutuhan.

Disinggungnya juga soal pengendara di bawah umur agar dapat ditertibkan oleh Polantas. Untuk itu kepada orang tua diminta gubernur tak asal memberikan fasilitas berupa kendaraan bermotor jika belum memenuhi syarat untuk mengendarainya.

"Mari kita bersama seluruh stakeholder memberikan edukasi lalu lintas agar masyarakat semakin tertib dan dapat terhindar dari kecelakaan," pungkasnya.

Pada apel gelar pasukan turut dihadiri sejumlah unsur TNI dan pemda serta pejabat utama Polda Kalsel seperti Dirlantas Kombes Pol E Zulpan serta Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Sumarto dan Kasat Lantas Kompol Wibowo selaku tuan rumah tempat berlangsungnya upacara tanda dimulainya Operasi Zebra Intan selama 14 hari terhitung hari ini hingga 12 November 2018 mendatang.

Untuk sasaran utama target Operasi Kepolisian Terpusat itu diantaranya pengemudi kendaraan yang menggunakan handphone, tidak menggunakan sabuk keselamatan, berkendara di bawah pengaruh minuman beralkohol serta pengemudi di bawah umur.

Pewarta: Firman
Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026