Dinas Peternakan Kalimantan Selatan mengantisipasi lonjakan kebutuhan ayam yang biasa terjadi tiga hari sebelum Ramadhan dan menjelang lebaran Idul Fitri.

Kepala Dinas Peternakan Kalimantan Selatan Maskamian Anjam di Banjarmasin, Senin, mengatakan saat ini para peternak ayam terutama ayam potong di Kalsel sudah tahu kebutuhan pasar.

"Biasanya kurang tiga hari memasuki Ramadhan permintaan cukup tinggi, hingga di atas 10 persen karena digelarnya pasar Ramadhan," katanya.

Terhadap lonjakan kebutuhan tersebut, kata dia, telah diantisipasi oleh peternak, sehingga jauh hari para peternak sudah meningkatkan produksi antara 5-10 persen dari biasanya.

Kebutuhan ayam potong di Kalsel sekitar 50 ribu ekor per hari, sedangkan produksinya mencapai 60 ribu ekor per hari.

Dari produksi tersebut, sekitar 20 ribu ekor ayam untuk memenuhi kebutuhan Kalimantan Tengah terutama daerah Palangkaraya dan sekitarnya.

Terkait harga, kata dia, sebagaimana hukum pasar yakni semakin tinggi permintaan semakin mahal harganya.

"Saya rasa wajar bila terjadi kenaikan harga ayam, tetapi kenaikannya tidak terlalu signifikan, karena kenaikan kebutuhan biasanya tidak terlalu lama," katanya.

Kenaikan kebutuhan ayam biasanya baru akan terjadi lonjakan cukup tajam menjelang lebaran, karena saat itu peningkatan kebutuhan ayam bisa di atas seratus persen.

Sedangkan untuk daging, kata dia, hingga kini masih cukup stabil belum terjadi lonjakan permintaan, kebutuhan masih tetap berkisar antara 95 - 100 ekor per hari.

Lonjakan permintaan dan pemotongan hewan terjadi juga menjelang Idul Fitri, pada saat itu pemotongan sapi bisa di atas 200 ekor.

Kendati terjadi lonjakan permintaan, kata dia, persediaan daging di Kalsel masih dipastikan mencukupi, karena Kalsel memiliki daerah yang menjadi sentra peternakan sapi, kerbau dan ayam.

"Kalau untuk daging Insya Allah tidak akan menimbulkan masalah berarti, kecuali telur, karena sebagian masih didatangkan dari Jawa Timur," katanya.

Saat ini harga ayam di Kalsel mulai naik, dari biasanya Rp28 ribu menjadi sekitar Rp35 ribu per ekor.C


Editor : Asmuni Kadri

COPYRIGHT © ANTARA 2026