Saat ini, kami menanam sebanyak 852 pohon khas hutan Kalsel, saya minta, seluruh pejabat bertanggungjawab atas keberlangsungan hidup seluruh pohon-pohon tersebut,Banjarbaru, (Antaranews Kalsel) - Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor meminta seluruh pejabat di lingkungan kerjanya wajib mengadopsi satu pohon khas hutan Kalsel yang ditanam di kawasan perkantoran Banjarbaru.
Menurut Gubernur di Banjarbaru, Selasa, salah satu program dari revolusi hijau Pemprov Kalsel adalah menjadikan lingkungan perkantoran Pemprov Kalsel menjadi salah satu kawasan hutan kota.
Caranya adalah dengan mengajak seluruh pihak terkait, untuk ikut bertanggungjawab terhadap keberlangsungan hidup seluruh pohon yang ditanam di daerah tersebut.
"Saat ini, kami menanam sebanyak 852 pohon khas hutan Kalsel, saya minta, seluruh pejabat bertanggungjawab atas keberlangsungan hidup seluruh pohon-pohon tersebut," katanya.
Satu orang pejabat, tambah dia, minimal harus mengadopsi satu pohon, mulai dari menanam, merawat hingga tumbuh dengan subur.
Selain para pejabat, Gubernur juga mengungkapkan, pada saat puncak HPS 2018 di Kalimantan Selatan, pihaknya juga telah menyiapkan lokasi penanaman pohon bagi seluruh duta besar dari berbagai negara yang hadir.
"Ini adalah wujud dari keseriusan kami, untuk menyukseskan program revolusi hijau, dalam rangka mengembalikan lingkungan Kalsel, menjadi lebih baik," katanya.
Mungkin, tambah Gubernur, banyak yang menertawakan program ini, dan menyangsikan keberhasilannya, tapi 40 hingga 50 tahun mendatang, dia yakin, anak cucu akan berterimakasih, karena telah ditinggali warisan lingkungan hidup yang baik.
Selain pejabat, tambah dia, sebelumnya pemerintah juga melibatkan seluruh pihak terkait, baik itu masyarakat, pelajar, swasta, perbankan dan lainnya, untuk ikut menanam pohon, untuk menghijaukan Kalsel.
Gubernur mengaku sedih, ada oknum yang justru tidak menghargai dengan upaya revolusi hijau tersebut dan justru ada yang merusak.
"Saya mendapatkan laporan, ada sekitar 8 ribu pohon mati, antara lain, karena sengaja disiram solar," katanya.
Saat menjadi pecinta alam, tambah dia, selalu diajari, jangan sampai menyakit pohon dengan menggores atau memaku pohon dan lainnya.
Tetapi ternyata, justru ada oknum yang sengaja mematikan pohon dengan cara yang tidak baik.
Gubernur juga bersyukur, berkat program revolusi hijau, akhirnya Kalsel ditunjuk sebagai tuan rumah Hari Pangan Sedunia (HPS) yang melibatkan banyak negara.
"Ini artinya, mimpi Kalsel untuk bisa mendunia, terutama potensinya segera terwujud," katanya.
Pada 18 Oktober 2018, Kalsel menjadi tuan rumah HPS yang dipusat di Kabupaten Batola dan di Banjarbaru, yang rencananya akan dihadiri Presiden Joko Widodo, para duta besar dari puluhan negara, menteri dan pejabat terkaiat lainnya.*
Pewarta: Latif ThohirEditor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.