"Sebelum peninjauan lapangan, terlebih dahulu kami mengundang Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Diperindag) Kalsel, guna mengetahui langkah-langkah mereka menghadapi Ramadhan 1433 H," ujar Wakil Ketua Komisi II DPRD setempat, Hermansyah, Rabu.
"Kita berharap, melalui kerjasama dengan pedagang, terutama pedagang besar, Disperindag Kalsel bisa mengendalikan harga kebutuhan pokok, baik menjelang puasa Ramadhan maupun Idul Fitri 1433 H," lanjut politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu.
Selain itu, persediaan kebutuhan pokok tersebut harus mencukupi agar tidak terjadi lonjakan harga dan membuat warga masyarakat menjerit, terutama golongan ekonomi memengah ke bawah, tambah anggota DPRD Kalsel dua periode dari PDIP tersebut.
Mengenai harga gula pasir di pasaran Banjarmasin khususnya dan Kalsel pada umumnya, wakil rakyat dari partai yang menjunjung jargon "partai wong cilik" itu, mengaku, sempat was-was, karena mengalami lonjakan.
"Kita bersyukur, perkembangan harga gula pasir belakangan di pasaran Banjarmasin dan sekitarnya mulai menurun. Kita berharap, harga gula pasir di Kalsel normal kembali, tidak lagi semahal seperti beberapa hari lalu," tandasnya.
Menurut dia, lonjakan harga gula pasir di Kalsel beberapa hari lalu, diduga karena permainan mafia barang dagangan tersebut, sehingga hampir mengalami kekurangan persediaan.
"Namun pemerintah pusat, cukup jeli melihat permasalahan, sehingga kejolak harga gula pasir di Kalsel tidak berkepanjangan, dengan teratasinya persediaan barang dagangan tersebut," tuturnya.
Sebagai contoh terpenuhi gula jenis rafinasi, dengan harga yang jauh lebih murah dari gula kristal putih, demikian Hermansyah.
Ketika persediaan gula pasir di Kalsel mengelami kritis beberapa waktu lau, harga eceran barang dagangan tersebut sempat mencapai Rp15.000/Kg, dan kini menjadi Rp14.000/Kg.
Sedangkan keadaan normal, seperti pada bulan-bulan sebelumnya harga gula pasir jenis rafinasi yang banyak memenuhi pasaran di Kalsel selama ini, harga eceran per kilogram hanya berkisar antara Rp10.000 - Rp11.000. /C/
Editor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.