Dengan memanfaatkan lahan - lahan yang tidak terpakai, ditanami tomat, lombok,lele dan lainnya dapat menekan inflasi,
Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia  Provinsi Kalimantan Selatan berikan pelatihan 25 karyawan  non organik atau honorer budidaya pertanian berupa, cabe, tomat dan ikan lele, Sabtu (1/9). 


 "Pelatihan ini adalah salah satu gerakan untuk membatu mengurangi inflasi,"ujar Manejer Pengembangan Ekonomi Bank Indonesia Perwakilan Kalsel Aryo Wibowo.

Menurut dia, pelatihan melibatkan para karyawan non organik atau honorer tersebut untuk memberikan pengetahuan bertani.

"Karyawan non organik BI Kalsel itu seperti, keamanan, petugas pengiriman surat dan bagian kebersihan diberikan pelatihan  bagaimana cara menanam cabe, tomat dan budidaya lele efesien dan mengurangi angka kegagalan pertanian," terangnya.

Walaupun tidak memiliki pengalaman bertani, sebut dia, pelatihan dan sekaligus peraktek lapangan tersebut diyakini berhasil. 

Budidaya cabe, tomat dan lele tersebut, jelas dia, memanfaatkan tanah milik Bank Indonesia yang tidak dipakai.

"Dipilihnya komoditas cabe, tomat dan lele karena komoditas tersebut sering kali menjadi penyumbang inflasi,"tegasnya.

Terpisah, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Selatan Herawanto mengatakan,  tujuan pelatihan salah satunya menekan inflasi, khususnya di Kalimantan Selatan.

"Dengan memanfaatkan lahan - lahan yang tidak terpakai, ditanami tomat, lombok,lele dan lainnya dapat menekan inflasi," kata Herawanto.

Lebih lanjut dia mengemukakan, menjaga kestabilitasan ekonomi, sosial, Politik juga tugas BI makanya di daerah harus didorong.

Pelatihan tersebut menghadirkan konsultan pertanian dan petani yang sudah berhasil melakukan budidaya cabe, tomat dan lele di Kalsel.
 

Pewarta: Arianto
Editor : Gunawan Wibisono

COPYRIGHT © ANTARA 2026