Sekitar satu bulan menjelang datanganya bulan suci Ramadhan 1433 Hijriyah harga kebutuhan pokok atau sembako di sejumlah pasar tradisonal Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan masih relatif stabil.


Pedangang Sembako di bilangan pasar tradisonal Batulicin, Siti (30), menyatakan, belum ada tanda-tanda naiknya harga kebutuhan pokok yang menghawatirkan para pelangganya dilingkungan daerah tersebut.

"Harga Sembako masih normal. Belum ada tanda-tanda naiknya harga barang kebutuhan pokok dari para pedagang," katanya di Batulicin, Senin.

Seperti minyak Goreng Bimoli, katanya, hingga saat ini harganya masih tetap dalam kisaran Rp 15000 per liter, beras merek Semar Hijau isi 20 kilogram Rp172.000, dan jenis telur ayam ras juga masih tetap sekitar Rp36.000 per rak isi 30 butir.

Minyak goreng curah masih tetap berkisar Rp10.000 per liter, cabe rawit Rp40 ribu per kilogram, tomat Rp8000, bawang putih Rp10 000, dan kentang sama wortel masing-masing tetap dalam kisaran Rp15 000.

Meski demikian, stabilnya harga sejumlah kebutuhan pokok tersebut tidak berlaku untuk jenis gula pasir dan bawang merah. Sejak seminggu yang lalu harga gula justru naik dari sekitar Rp12 ribu menjadi Rp15 ribu per kilogram sedangkan bawang merah naik dari kisaran Rp20 ribu menjadi Rp22 ribu per kilogram.

Naiknya harga gula dan bawang merah tersebut, jelas Siti, disebabkan terlambatnya pengiriman jumlah pasokan menggunakan kapal laut dari Pulau Jawa karena gelombang besar. Pasokan gula para pedagang di Batulicin akhirnya semakin menipis menuyusul berlangsungnya permintaan pelanggan hingga saat ini.

Belum ada upaya pemerintah untuk mengatasi naiknya harga gula tersebut. Pedagang hanya mampu berharap semoga saat awal Ramadhan harga gula kembali normal sehingga tidak mengurangi kemampuan daya beli pelangan.
"Mudah-mudahan saat Ramadhan harga gula kembali normal. Karena biasanya permintaan saat itu meningkat," tegas siti. yanto/C/




Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026