Menurut Kepala Bidang Pertanian, Dinas Pertanian Tanaman Pangan Holtikultura Peternakan dan Perikanan (PTPHPP) setempat, Haryono di Paringin, ibu kota Balangan, Kamis, pengembangan budidaya tersebut dilakukan setelah keberhasilan uji coba yang dilakukan pada tahun sebelumnya.
"2011 lalu telah dilakukan uji coba pengembangan budidaya tanaman kedelai di kawasan pemukiman transmigrasi di Lajar Papuyuan Kecamatan Lampihong seluas 1 hektar dan terbukti berhasil," ujarnya.
Keberhasilan uji coba tersebut membuat warga transmigran tertarik untuk mengembangkan dan menjadikan budidaya tanaman kedelai sebagai alternatif usaha.
Ketertarikan warga transmigran di respon positif oleh pemerintah daerah setempat dengan memprogramkan pengembangan budidaya tanaman kedelai di lahan seluas 50 hektar.
Ia mengatakan, saat ini pelaksanaan program tersebut telah memasuki tahapan persiapan kebutuhan bibit tanaman kedelai.
"Kita telah menyiakan 2.000 kg bibit kedelai untuk keperluan penanaman di lahan seluas 50 hektar dengan perhitungan 40 kg bibit untuk perhektar lahan," katanya.
Di tingkat calon petani kedelai, telah dilakukan kegiatan rembuk desa dan sosialisasi tentang tata cara budidaya tanaman kedelai.
Ia menambahkan, juga telah dilakukan pengolahan tanah di lokasi budidaya oleh para warga transmigran di bawah pengawasan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) setempat.
"Di lahan seluas 50 hektar tersebut akan di buat Laboratorium Lapangan (LL) seluas 10 hektar sebagai pembanding dan acuan warga transmigran dalam mengembangkan budidaya kedelai," tambahnya.
LL yang dimaksud adalah lahan khusus pengembangan budidaya tanaman kedelai dengan menggunakan paket pupuk lengkap dan pestisida yang di dukung penerapan tekhnologi tanaman.
Sejak masa tanam hingga panen, para warga transmigran akan di dampingi oleh PPL melalui kegiatan pertemuan yang telah dijadwalkan sebanyak sepuluh kali pertemuan.
Selain itu, pihak Dinas PTPHPP setempat juga telah melakukan kerja sama dengan pabrik pengolahan kedelai untuk memberikan kemudahan dan kepastian pemasaran hasil budidaya.
: Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.