Ribuan nelayan di Pulau Sembilan dan beberapa daerah kecamatan di Kotabaru, Kalimantan Selatan, sepekan terakhir tidak menangkap ikan, karena tinggi gelombang di perairan tersebut mencapai dua hingga tiga meter.
        
Seorang warga Pulau Sembilan Riadi, Minggu, menuturkan, sejak terjadinya musim barat, tinggi gelombang mencapai 3 meter, sehingga nelayan di lima desa di Pulau Sembilan tidak berani turun kelaut.
        
Sekitar 500 kapal nelayan di Pulau Sembilan kini ditambatkan di selat atau sungai yang lebih teduh agar kapal tangkap mereka terhindar dari hantaman gelombang besar.
        
Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, para nelayan itu mencari pekerjaan lain dan menjadi buruh bangunan pada Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) mandiri, di daerah itu
   
"Mereka mendapatkan gaji sekitar Rp60.000 per hari di PNPM," kata Riadi menjelaskan.
        
Namun sebagian nelayan, lanjut dia, mereka menggunakan uang tabungannya yang dikumpulkan saat musim tenggara/musim teduh.
        
Beruntung bagi nelayan yang masih memiliki tabungan, tetapi sebagian besar mereka yang tidak sempat menabung, kini bekerja menjadi buruh bangunan dan menganggur.
        
Dia mengemukakan, kondisi gelombang tinggi dan nelayan tidak berani melaut biasanya akan berlangsung hingga empat bulan kedepan.
        
Jika kondisi sudah semakin sulit, kata Riadi, para nelayan itu eksodus ke luar daerah Pulau Sembilan, seperti, Batulicin dan Pagatan, Kabupaten Tanah Bumbu, Asam-asam Kabupaten Tanah Laut, serta Kotabaru juga Sulawesi selama beberapa bulan.
        
"Apabila gelombang laut reda, mereka kembali ke kampung halamannya," terang dia.
         
Sementara itu, Kecamatan Pulau Sembilan, sekitar 84 mil laut sebelah selatan Ibu Kota Kabupaten Kotabaru, memiliki lima desa yang menempati dua pulau dari sepuluh pulau di kecamatan tersebut.
        
Tiga desa di Pulau Marabatuan yakni Desa Tanjung Nyiur, Desa Tengah, dan Maradapan sedangkan Pulau Matasirih dihuni oleh masyarakat dua desa yakni Desa Labuan Barat dan Teluk Sirih.
        
Berdasarkan data pada 2008, penduduk Kecamatan Pulau Sembilan berjumlah 7.300 jiwa.
        
Desa Tanjung Nyiur sekitar 1.700 jiwa, Desa Tengah sekitar 1.700 jiwa, dan Maradapan sekitar 1.500 jiwa, Labuan Barat sekitar 900 jiwa dan Teluk Sirih sekitar 1.500 jiwa.*c*


: Abdul Hakim Muhiddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026