Ruas jalan Trans Kalimantan di Kabupaten Tanah Laut, Tanah Bumbu dan Kotabaru, Kalimantan Selatan mulai banyak berlubang dan aspalnya terkelupas.


Pantauan ANTARA, Rabu, kondisi jalan berlubang banyak ditemui di wilayah Tanah Laut, dan Kabupaten Tanah Bumbu.

Luas lubang berfariasi kisaran satu meter atau lebih di ruas sebelah kanan dan kiri badan jalan.

Kerusakan diduga disebabkan oleh aktivitas truk yang melebihi kapasitas muatan, dan seringnya truk tronton yang membawa alat berat, dari Banjarmasin ke tiga kabupaten tersebut atau sebaliknya.

Seorang penggunana jalan, Rachmad, mengatakan, belum lima tahun jalan Trans Kalimantan dibangun kini kondisinya sudah banyak berlubang.

Kondisi tersebut diperparah masih adanya aktivitas truk yang mengangkut batubara, dan hasil perkebunan kelapa sawit berupa Tandan Buah Segar (TBS).

Warga mengharapkan, pemerintah provinsi dan kabupaten tegas terhadap aktivitas truk-truk perusahaan, terutama yang mengangkut batubara.

Selain itu, dinas pekerjaan umum provinsi segera melakukan perbaikan atau perawatan ruas jalan yang berlubang tersebut.

"Terlebih Pemprov Kalsel telah menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) No.3 tahun 2008 yang mengatur aktivitas armada tambang dan hasil perkebunan di jalan raya, seharusnya pemerintah sudah bisa tegas," ujarnya.

  Jika kondisi tersebut tetap dibiarkan, dikhawatirkan tidak lama lagi ruas jalan Trans Kalimantan yang dibangun sekitar 2009 dengan dana ratusan miliar rupiah dari Bank Asia itu akan bertambah parah/Shn/D



: Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026