Saya kira buat sementara tidak ada pilihan lain kecuali memperbanyak dan atau memperbesar kapasitas pabrik pengolahan hasil perkebunan kelapa sawit tersebut
Banjarmasin (Antaranews Kalsel) - Sekretaris Komisi II DPRD Kalimantan Selatan Imam Suprastowo menyarankan, agar pemerintah atau pihak terkait dan tidak terkecuali dari perusahaan memperbanyak membangun pabrik kelapa sawit.

Selain itu, jika memungkinkan memperbesar kapasitas pabrik pengolahan produk perkebunan kelapa sawit, tutur wakil rakyat asal daerah pemilihan Kalimantan Selatan (Kalsel) VII/Kota Banjarbaru dan Kabupaten Tanah Laut (Tala) tersebut di Banjarmasin, Rabu.

Saran Wakil Ketua Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) DPRD Kalsel itu berkaitan dengan turun atau anjloknya harga produk kelapa sawit dunia yang juga berimbas ke provinsinya yang terdiri atas 13 kabupaten/kota tersebut belakangan ini.

"Saya kira buat sementara tidak ada pilihan lain kecuali memperbanyak dan atau memperbesar kapasitas pabrik pengolahan hasil perkebunan kelapa sawit tersebut," saran wakil rakyat yang banyak menguasai seluk beluk perkebunan itu menjawab Antara Kalsel.

Pasalnya, menurberkembang/ki kelahiran tahun 1961-an itu, pabrik kelapa sawit  yang ada sekarang kapasitas masih berkapasitas kecil atau tidak seimbang hasil produk perkebunan komoditas tersebut yang terus berkembang/bertambah banyak.

Begitu pula tampaknya belum semua perusahaan perkebunan kelapa sawit mempunyai pabrik untuk mengolah produk usaha mereka, demikian Imam Suprastowo.

Sebelumnya atau sekitar dua pekan lalu, Gabungan Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit Kalsel menemui Komisi II Bidang Ekonomi dan Keuangan DPRD provinsi setempat untuk membicarakan masalah anjloknya harga kelapa sawit belakangan ini.

Hasil pertemuan tersebut antara lain berharap, agar bagaimana cara pemerintah membantu mengatasi atau mencarikan solusi permasalahan anjloknya harga kelapa sawit, yang belakangan membuat petani/pekebun komoditas itu merugi.

Harga kelapa sawit pertandan buah segar (TBS) belakangan ini paling tinggi hanya Rp400 atau mengalami penurunan bila dibandingkan dengan sebelumnya mencapai Rp650 lebih.

Pewarta: Syamsudin Hasan
Editor : Hasan Zainuddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026