Pemkab Kotabaru, Kalimantan Selatan, melalui Dinas Kelautan dan Perikanan setempat menargetkan mampu memproduksi hasil perikanan terbesar di Kalimantan.
Kepala Dinas Kelautan Dan Perikanan Kotabaru Ir Talib, Selasa, mengatakan, dari tahun ke tahun produksi perikanan Kotabaru, mengalami peningkatan cukup pesat.
"Artinya program yang disodorkan oleh pemerintah berjalan sesuai dengan apa yang diinginkan oleh masyarakat," katanya.
Berdasarkan data yang ada pada Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kotabaru, sejak dua tahun terakhir produksi perikanan laut Kotabaru meningkat cukup besar, dari pengasilan tambak udang dan ikan.
"Pada 2010 produksi perikanan diakumulasikan sebesar 47 ribu ton pertahun, sedangkan di 2012 ini ada kenaikan menjadi 57 ribu ton pertahun, artinya pemasukan bagi daerah lumayan besar," jelasnya.
Menurut dia, pihaknya sangat optimis pada 2015 mendatang dari hasil produksi perikanan laut akan mencapai angka 100 ribu ton pertahun, tentunya bukan hal yang mudah untuk dilakukan.
"Akan tetapi dengan program yang telah diberikan kepada masyarakat langsung serta bantuan dari pemerintah, sangat dirasakan oleh masyarakat dampak positifnya," imbuhnya.
Apalagi untuk Kalimantan Selatan, Kabupaten Kotabaru merupakan terbesar hasil produksi perikanan laut dibanding dengan daerah lain.
"Karena jelas secara kewilayahan Kotabaru merupakan daerah pesisir, yaitu seperempat bagian dari daerah Kalsel," ungkapnya.
Talib juga menambahkan, dengan dukungan semua masyarakat dan program pemerintah yang dijalankan harus benar-benar dilakukan, maka sangat mungkin kalau daerah Kotabaru nantinya akan berkembang.
Harapannya adalah pemerintah harus lebih mendukung masyarakat untuk lebih memajukan nilai kesejahteraan mereka melalui bantuan dan program yang dilakukan secara langsung.
"Hasil perikanan kita harus lebih melimpah, karena dengan begitu masyarakat juga pasti akan sejahtera," tutupnya/C/D.
Editor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.