Sungai Raya, Kalimantan Barat (ANTARA News) - Plt General Manajer PT Angkasapura II Cabang Bandara Supadio, Pontianak, Syarif Usmulyani, memastikan, force majeur penyebab Sriwijaya Air nomor penerbangan SJ188 tergelincir. Force majeur dimaksud adalah cuaca yang tidak menguntungkan.
"Karena cuaca yang tidak memungkinkan untuk melakukan pencaratan," katanya, di Sungai Raya, Kalimantan Barat, Sabtu.
Dia mengatakan, sebenarnya, dengan kondisi cuaca seperti saat SJ188 tergelincir kemarin, instrumen landasan pacu yang ada di bandara Supadio, masih mampu mengarahkan pesawat hingga 800 meter.
Namun, karena saat kejadian ambang batas angin melebihi limit maksimal kinerja instrumen terkait di pesawat terbang itu, maka pesawat terbang itu tidak bisa dikendalikan.
"Terlebih landasan pacu Supadio tergenang air; pesawat susah dikendalikan hingga akhirnya tergelincir. Itu hanya kesimpulan sementara kita, namun untuk lebih jelasnya itu hanya bisa dipastikan oleh KNKT," katanya.
Usmul menjelaskan, saat kejadian kecepatan angin mencapai 20 knot dengan jarak pandang pesawat 1.000 meter.
Sebelumnya, BMKG Supadio Pontianak memperingatkan masyarakat Kalimantan Barat mewaspadai angin kencang yang diprakirakan akan terjadi hingga tiga hari ke depan.
Berdasarkan pantauan, kecepatan angin Jumat siang mencapai 18-22 knot dan datang dari arah barat. "Jumat siang memang terjadi hujan lebat disertai angin kencang khususnya di kawasan Bandara Supadio Pontianak dan sekitarnya," tuturnya.
: Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.