Peneliti Senior Kantor Bank Indonesia (BI) Banjarmasin Taufik Saleh mengatakan di Banjarmasin, Minggu, pertumbuhan aset perbankan yang cukup menggembirakan tersebut didorong berkembangnya jaringan kantor bank.
Dengan jaringan yang semakin banyak, kata dia, maka pelayanan yang diberikan juga lebih maksimal dan mampu menjangkau daerah yang selama ini belum tersentuh bank.
Selain itu, juga didorong meningkatnya pertumbuhan kredit seluruh bank yang bukan hanya kredit konsumtif tetapi juga kredit modal usaha.
Pertumbuhan aset perbankan tersebut, kata Taufik juga diikuti semakin antusiasnya warga Kalsel menabung. Hal tersebut dibuktikan dengan pertumbuhan dana pihak ketiga yang juga semakin menggembirakan.
Menurut dia, penghimpunan dana pihak ketiga hingga triwulan III Rp20 triliun atau tumbuh 18,71 persen dibanding triwulan II 14,39 persen.
Dari jumlah tersebut, tabungan tumbuh paling tinggi yaitu 26,68 persen sedangkan dana pihak ketiga sektor swasta tumbuh sebesar 22,3 persen dibanding sebelumnya 18,76 persen.
Sementara itu, kredit yang disalurkan hingga September 2010 juga tumbuh positif 21,66 persen dibanding sebelumnya 16,21 persen.
"Pertumbuhan tertinggi masih didominasi kredit konsumtif namun kredit modal kerja juga melonjak tajam dari 4,86 persen menjadi 24,12 persen," katanya.
Membaiknya pertumbuhan kredit tersebut tidak diikuti tumbuhnya kredit bermasalah yang justru turun menjadi hanya 2,10 persen dari sebelumnya 2,15 persen atau masih jauh dibawah angka maksimal lima persen.
Sedangkan Loan Deposit to Ratio (LDR) juga mengalami kenaikan dari 98,23 persen menjadi 101,58 persen.
LDR merupakan salah satu indikator kesehatan likuiditas bank. Penilaian likuiditas merupakan penilaian terhadap kemampuan bank memelihara tingkat likuiditas yang memadai dan kecukupan manajemen risiko likuiditas.*B*
: Abdul Hakim Muhiddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.