Titik panas di Kalimantan Selatan dalam beberapa hari terakhir terus meningkat menjadi 49 titik panas naik dibanding sebelumnya yang kurang dari 20 titik panas.

Kasubdin Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kalimantan Zahlulsyah di Banjarmasin, Rabu mengatakan, kenaikan jumlah titik panas tersebut karena cuaca Kalsel dalam beberapa hari terakhir cukup panas.

"Cuaca yang panas menyengat membuat beberapa daerah di Kalsel kering sehingga mudah terjadi bencana kebakaran," katanya.

Menurut Zahlul, berbeda dengan sebelumnya, titik panas yang terjadi saat ini kebanyakan berada dalam kawasan hutan yaitu sebanyak 25 titik dan di luar kawasan sekitar 24 titik panas.

Titik panas di luar kawasan hutan, kata dia, antara lain disebabkan karena adanya pembakaran lahan pertanian yang telah dipanen untuk kembali ditanami.

Pembakaran lahan tersebut, biasanya menjadi pemicu utama terjadinya kabut asap tebal yang bukan hanya mengganggu lalu lintas darat dan laut tetapi juga penerbangan.

Mengantisipasi terjadinya kebakaran lahan di dalam kawasan dan di luar kawasan, BNPB pusat mengundang badan penanggulangan bencana daerah untuk melakukan koordinasi di kantor pusat, terutama untuk daerah yang rawan terjadi kebakaran termasuk Kalsel, Kalteng, Kaltim, Sumatra dan beberapa provinsi lainnya.

Daerah yang menjadi daerah langganan titik panas terbanyak adalah Kabupaten Banjar yang pada tahun 2011 mencapai 199 titk panas, Tanah Laut, 145 titik, Tapin, 157 titik dan Hulu Sungai Selatan 136 titik.

"Pada 2011 jumlah titik panas mencapai 976 titik, jauh mengalami penurunan dibanding 2009 dan 2008," katanya.

Menurut Zahlul, kendati jumlah titik panas saat ini masih jauh dibanding 2011, namun musim kemarau yang terjadi dalam beberapa bulan ke depan, masih berpotensi terjadi penambahan titik panas, bahkan kebakaran kawasan hutan bila masyarakat tidak waspada.

Seperti cuaca 2011, diprediksi cuaca pada 2012 juga akan mengalami hal yang sama, yaitu kemarau panjang.

"Pada 2011 kita sempat meminta untuk dilakukan hujan buatan, namun yang terlaksana hanya Kalteng, semoga pada 2012 ini cuacanya tidak separah pada 2011," katanya.







: Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026