Saya kira bagian dari parade tanglong, tak taunya ada kebakaran,
Amuntai, (Antaranews Kalsel) -Musibah kebakaran kembali melanda Kota Amuntai Kabupaten Hulu Sungai Utara disàat warga tengah gembira menyaksikan arakan tanglong, Senin malam.
 
Warga Desa Kota Raden Hulu, Rini Maulida pada Selasa malam mengaku terkejut mendengar bunyi sirine mobil pemadam kebakaran di tengah hiruk pikuk arakan tanglong dan kembang api di Kota Amuntai.

"Saya kira bagian dari parade tanglong, tak taunya ada kebakaran," ujar Rini.
 
Rini mengatakan, peristiwa kebakaran yang terjadi di Jalan Brigen H.Hasan Baseri Rt.03 Kota Raden Hulu Kec.Amuntai Tengah terjadi pada pukul 22.00 wita dan api baru bisa dipadamkan oleh petugas BPK pukul 23.15 wita.

Sebanyak empat buah rumah warga ludes dilalap api dan sebanyak dua rumah terbakar sebagian.

Rumah warga yang terbakar 100% milik Muhammad Yani (Cawi) dihuni 1 kepala keluarga (kk) terdiri 6 jiwa, rumah H.Bahrani dihuni 2 kk 7 jiwa, Irwansyah 1 kk 6 jiwa, dan Husni 1 kk 3 jiwa, sedang rumah terbakar 50 % milik Nanang 1 kk 5 jiwa dan terbakar 25% milik H.Marjuki 1 kk 4 jiwa.

Kepala Desa Kota Raden Hulu Thamrin menginformasikan jika nilai kerugian materi yang ditaksir akibat musibah kebakaran di Desa Kota Raden Hulu Rt.03 ini mencapai Rp750 juta.

"Menurut saksi mata api bermula dari rumah bagian belakang milik M. Yani namun penyebab api masih dalam penyidikan aparat kepolisian," terangnya.

Thamrin menghimbau warganya lebih berhati-hati terkait keberadaan peralatan dapur, barang elektronik karena akibat kelalaian akan berakibat fatal tidak hanya bagi diri sendiri namun juga bagi orang lain.


Pewarta: Eddy Abdillah
Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026