Harga batu bara Kalimantan Selatan yang diekspor ke beberapa negara dalam beberapa bulan terakhir anjlok setelah beberapa negara importir besar seperti Cina mulai membuka areal pertambangan.


Pengusaha batu bara yang cukup berpengaruh di Kalimantan Selatan H Sulaiman HB di Banjarmasin, Rabu, mengatakan, saat ini harga batu bara asal Kalsel hanya sekitar 45 dolar As per ton atau turun dari sebelumnya 53 dolar As per ton.

Dari harga tersebebut, kata dia, untuk biaya produksi dan biaya angkut serta lainnya sekitar 35 dolar AS dan untuk risiko yang mungkin ditimbulkan sekitar 10 dolar AS.

"Usaha batu bara ini merupakan usaha padat modal dan padat risiko sehingga harus hati-hati untuk mengelolanya," katanya.

Menurut pemilik PT Hasnur tersebut, turunnya harga batu bara tersebut antara lain disebabkan banyak negara importir batu bara yang cukup besar kini mulai membuka tambang sendiri.

Dengan demikian, kata dia, harga batu bara Kalsel akan sulit untuk naik seperti semula, dikhawatirkan hal tersebut akan banyak berpengaruh pada perusahaan-perusahaan batu bara yang ada di Kalsel.

Pimpinan Bank Indonesia Wilayah Kalimantan Khairil Anwar mengatakan, turunnya harga batu bara saat ini belum mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Kalsel, bahkan diprediksi akan terus naik dibanding pertumbuhan ekonomi Kalsel pada 2011.

"Memang harga batu bara kita saat ini sedang turun, tetapi tidak berpengaruh dengan pertumbuhan ekonomi Kalsel, yang diprediksi tetap berada di angka 6 persen bahkan lebih," katanya.

Hal tersebut terjadi, karena sejak awal tahun 2012 produksi batu bara Kalsel meningkat drastis, pengiriman ke luar negeri juga cukup besar, sehingga kekurangan nilai batu bara tertutupi oleh volume pengiriman.

Apalagi, kata dia, udara di Kalsel hingga kini cukup panas dan cerah, sehingga hambatan produksi batu bara serta pengiriman ke beberapa negara hampir tidak ada.

Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pemprov Kalsel Gusti Yasni Iqbal mengatakan pada 2011, ekspor Kalsel meningkat menjadi 100 juta ton.

Diperkirakan pada 2012, ekspor emas hitam tersebut kembali terjadi kenaikan hingga 15 persen.

Menurut Yasni, ekspor batu bara Kalsel dalam beberapa tahun terus meningkat, yaitu pada 2010 hanya sekitar 70,3 juta ton ekspor batu bara Kalsel ke berbagai negara.

Kenaikan tersebut terjadi, karena kebutuhan dan permintaan batu bara dari berbagai negara terus meningkat, baik itu ke China, Jepang, India, dan beberapa negara lainnya./B/D



Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026