Pimpinan DPRD Kalimantan Selatan, meminta, Sekretariat Dewan (Setwan) tingkat provinsi tersebut agar dibenahi.
Permintaan itu dari Wakil Ketua DPRD Kalsel Fathurrahman, di Banjarmasin, Selasa, sehubungan penyambutan tamu/rombongan DPRD Kabupaten Gresik Jawa Timur, yang terkesan amburadul.
"Masak tamu ada, tidak seorangpun staf Setwan yang hadir, sehingga sulit bagi anggota yang menerima tamu tersebut, untuk berkomunikasi," tandas pimpinan DPRD Kalsel dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan Indonesia Raya itu.
Sebagai contoh ketika alat pengeras suara tidak berfungsi, sehingga sulit untuk memperbaiki, lanjut politisi PPP itu kepada wartawan yang tergabung dalam Journalist Parliament Community (JPC) Kalsel.
Begitu pula saat penyerahan cendra mata, dari DPRD Kalsel tidak ada, karena ketiadaan staf Setwan yang hadir, sehingga sulit berkomunikasi, dan hal itu cukup memalukan.
"Contoh lain, mengenai rencana kedatangan tamu dari DPRD Gresik, saya tidak menerima pemberitahuan. Hal itu, semestinya pimpinan dewan diberitahu, dan itu tugas Setwan," lanjutnya.
Pimpinan DPRD Kalsel termuda itu, mengaku, heran terhadap kinerja Setwan, dengan jumlah personel yang cukup banyak, tapi kurang kerja.
Terlebih lagi ketika mendengar informasi, tenaga honor di Setwan Kalsel mencapai puluhan orang dan banyak dari kalangan keluarga "orang dalam" (pejabat dan pegawai Setwan), politisi PPP itu makin tambah heran.
"Keadaan seperti itu, tak bisa dibiarkan, dan harus dilakukan pembenahan," demikian Fathurrahman.
Kedatangan anggota DPRD Gresik yang tergabung dalam Panitia Khusus (Pansus) I dan II itu ke Kalsel, untuk melakukan studi terkait Raperda yang sedang mereka lakukan pembahasan.
Pansus I DPRD Gresik membahas Raperda Tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana dan Pansus II membahas Raperda mengenai investasi.
Pimpinan rombongan DPRD Gresik itu Ketua Pansus I Jumanto dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan diterima Ketua Badan Kehormatan DPRD Kalsel HM Zaini, yang juga politisi PDIP./Shn/D
Editor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.