Ketua Fraksi Partai Bintang Reformasi DPRD Kalimantan Selatan Riduansyah meminta Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) kabupaten/kota meningkatkan pelayanan air bersih.
        
Permintaan itu disampaikan dalam pemandangan umum terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Penambahan Penyertaan Modal Daerah kepada PDAM sembilan kabupaten/kota di Kalsel, pada rapat paripurna di Banjarmasin, Senin.
        
Dalam rapat paripurna dipimpin Wakil Ketua Muhammad Iqbal Yudiannor dari Partai Demokrat, Fraksi PBR mengemukakan cakupan layanan air bersih 13 kabupaten/kota sekarang baru mencapai rata-rata 40 persen.
        
Padahal target Millenium Development Goals (MDGs) 2015 untuk daerah perkotaan 80 persen dan pedesaan 20 persen, kata juru bicara Fraksi PBR Burhanuddin.
        
Oleh karenanya, pemerintah provinsi dan terlebih lagi pemerintah kabupaten/kota fokus serta lebih serius dalam pengelolaan PDAM.
        
Pada kesempatan tersebut Fraksi PBR mengemukakan sampai 2010 penyertaan modal Pemprov kepada PDAM kabupaten/kota mencapai Rp130,46 miliar termasuk rencana penambahan penyertaan modal pada 2010 Rp30 miliar.
        
"Berkaitan dengan penyertaan modal tersebut fraksi kami mengusulkan evaluasi terhadap kinerja PDAM yang telah mendapatkan penyertaan modal daerah sebagai bahan pertimbangan penyertaan modal tahap berikutnya," katanya.
        
Sementara itu dalam pemandangan umumnya Fraksi Partai Persatuan Pembangunan Indonesia Raya (PPPRI) DPRD Kalsel yang diketuai Muhammad Raif'ie Muksin mendukung kebijakan  penambahan penyertaan modal kepada PDAM.
        
"Penambahan penyertaan modal diharapkan dapat lebih memperkuat struktur permodalan dan meningkatkan kapasitas usaha dalam rangka meningkatkan layanan air bersih kepada masyarakat," kata juru bicara Fraksi PPPRI Habib Ali Khaidir Al Kaff dari PPP.
        
Karena, kata fraksi gabungan PPP dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) itu pada 2009 capaian layanan air bersih di Kalsel baru 52 persen untuk perkotaan dan 45 persen pedesaan.
        
Sebelumnya Gubernur Kalsel H. Rudy Ariffin dalam penjelasan Raperda mengemukakan, penambahan penyertaan modal nilai keseluruhan Rp30 miliar dari APBD 2010.
        
Namun dalam penjelasan yang dibacakan Wakil Gubernur H. Rudy Resnawan itu tidak merinci rencana penambahan penyertaan modal daerah kecuali menyebut nama PDAM yang bakal menerima.
        
Sejumlah PDAM yang bakal menerima penambahan penyertaan modal itu PDAM Bandarmasih milik Pemkot Banjarmasin serta PDAM Intan Banjar yang cakupan layanan meliputi Kabupaten Banjar dan Kota Banjarbaru.
        
Selain itu, PDAM Kabupaten Tapin, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Utara, Balangan dan Kabupaten Tabalong.*6*


Editor : Abdul Hakim Muhiddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026