Status IPM Kalsel tahun 2016 tingkat sedang, sama seperti tahun sebelumnya dan tahun ini angka IPM sebesar 69,65 mengalami pertumbuhan sebesar 0,87 persen selama satu tahun
Banjarbaru,(Antaranews Kalsel) - Indeks Pembangunan Manusia di Kalimantan Selatan tahun 2017 mencapai 69,65 atau mengalami kenaikan 0,60 persen jika dibandingkan indeks pembangunan manusia pada 2016.

Kepala Badan Pusat Statistik Kalsel Diah Utami di Kota Banjarbaru, Kamis mengatakan, IPM Kalsel tahun 2017 tumbuh sebesar 0,87 persen dibanding tahun sebelumnya.

"Status IPM Kalsel tahun 2016 tingkat sedang, sama seperti tahun sebelumnya dan tahun ini angka IPM sebesar 69,65 mengalami pertumbuhan sebesar 0,87 persen selama satu tahun," ujarnya.

Ia mengatakan, selama periode 2016 hingga 2017, komponen pembentuk IPM mengalami peningkatan ditandai bayi yang baru lahir memiliki peluang hidup hingga 68,02 tahun.

Disebutkan, angka itu meningkat 0,10 tahun dibanding tahun sebelumnya dan anak-anak usia 7 tahun memiliki peluang bersekolah selama 12,46 tahun atau meningkat 0,17 tahun dibanding 2016.

Komponen lain yang meningkat yakni penduduk usia 25 tahun ke atas secara rata-rata menempuh pendidikan selama 7,99 tahun meningkat 0,10 tahun jika dibandingkan tahun sebelumnya.

"Pengeluaran per kapita disesuaikan (harga konstan 2012) masyarakat telah mencapai Rp11,60 juta pada tahun 2017, meningkat Rp293 ribu dibandingkan tahun sebelumnya," ucap dia.

Menurut dia, secara umum IPM Kalsel terus mengalami kemajuan sejak periode 2010 hingga 2017 yang meningkat dari 65,20 pada 2010 menjadi 69,65 pada tahun 2017.

Selama periode itu, IPM Kalsel menunjukkan kemajuan yang besar dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 0,98 persen per tahun dan periode 2016-2017 tumbuh 0,87 persen.

"Pertumbuhan IPM Kalsel periode 2010-2017 menunjukkan kemajuan cukup besar. Meski pun status masih "sedang", tetapi sudah mendekati 70 yang berarti mencapai status "tinggi"," katanya.

Pewarta: Yose Rizal
Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026