kbProvinsi Kalimantan Selatan bisa mencontoh Jawa Tengah soal program Keluarga Berencana (KB) sebab beberapa kabupaten di wilayah tersebut begitu sukses dalam program KB pria.
Ketua Ikatan Penulis Keluarga Berencana (IPKB) Kalsel, Ir Irfani Hazransyah di Banjarmasin, Minggu, menyebutkan, begitu bangga melihat keberhasilan program KB pria di wilayah tersebut.
Irfani Hazransyah mengatakan hal itu sepulangnya mengikuti kunjungan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kalsel dan IPKB Kalsel ke Jawa Tengah selama dua hari, di Jawa tengah, khususnya ke Solo dan Kabupaten Boyolali.
Di Kabupaten Boyolali, seperti di Desa Samiran, Kecamatan Selo Saja terdapat sekitar 994 peserta KB pria,dengan menggunakan sistem vasektomi.
Vasektomi adalah tindakan memotong saluran sperma yang menghubungkan buah zakar dengan kantong sperma, sehingga tidak dijumpai lagi bibit dalam ejakulat seorang pria.
Dengan keterlibatan KB pria maka kesuksesan program KB diwilayah tersebut begitu terasa,kata Irfani.
Kunjungan BKKBN dan IPKB Kalsel tersebut dipimpin Kepala Bidang Advokasi dan Pergerakan KB BKKBN Kalsel, Hermaliawati melakukan pertemuan dengan Kepala BKKBN Jateng Dra Hj Sri Murtiningsih MSI dan Ketua IPKB Jateng Adi Susilo.
Pertemuan berlangsung di kantor walikota Solo yang juga dihadiri Kepala Badan Perberdayaan Masyarakat Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kota Surakarta, Hasto Gunawan.
Kepala Badan Perberdayaan Masyarakat Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kota Surakarta, Hasno Gunawan menceritakan keadaan Kota Solo.
Menurutnya, suksesnya KB karena bisa memanfaatkan peringatan momen-momen besar nasional yang selalu dikaitkan dengan KB,seperti hari Kartini dan hari Pendidikan Nasional.
Pihaknya juga meluncurkan KB Smart Surakarta, yaitu KB Sejahtera, Mandiri, Aman, Rahmat, Terencana.
Program KB Nasional menurut UU No.52 Tahun 2009 adalah upaya mengatur kelahiran anak, jarak dan usia ideal melahirkan, mengatur kehamilan melalui promosi perlindungan dan bantuan sesuai hak reproduksi untuk mewujudkan keluarga yang berkualitas.
Kepala BKKBN Provinsi Jateng, Sri Murtiningsih mengatakan, jika dibandingkan dengan hasil sensus penduduk 2000, dimana jumlah penduduk Jateng sebanyak 31,2 juta jiwa, maka selama kurun waktu 10 tahun penduduk Jawa Tengah bertambah sebanyak 1,1 juta jiwa.
Sebelum pertemuan berlangsung, rombongan disambut dengan yel-yel yang dibawakan Ikatan Penyuluh KB. Yang juga merupakan Pemenang terbaik yel-yel penyuluh KB di Provinsi Jateng. /D/C
: Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.