Tukar guling (ruilslag) lahan untuk pembangunan rumah dinas (Rumdin) wali kota Banjarmasin, hingga kini belum jelas antara lahan milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dengan lahan milik Pemkot Banjarmasin.
Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Zulfadli Gazali, kepada wartawan di Balai Kota Banjarmasin, Senin, mengakui ruilslag masih berlangsung alot dan hingga kini belum ada kejelasan.
Tersiar kabar bahwa proses ruilslag masih belum memiliki berkas yang lengkap sebagai syarat, bahkan pihak DPRD kota konon tak akan menyetujui sebelum syarat dilengkapi.
"Sebenarnya semua syarat sudah dipenuhi, hanya saja karena berkas persetujuan yang resmi belum diserahkan ke DPRD kota maka proses ruilslag belum bisa dilakukan," kata Zilfadli.
Menurutnya, Pemkot Banjarmasin sudah memenuhi semua syarat untuk ruilslag tersebut, mulai dari meminta persetujuan proses tukar guling gedung lahan tersebut.
Hasil proses penilaian aset hingga meminta rekomendasi dari DPRD, tetapi karena berkas itu belum diserahkan, proses tersebut tidak bisa dilakukan.
Pihaknya berjanji segera menyerahkan berkas-berkas yang diminta oleh DPRD tersebut, untuk kemudian dapat menyerahkan ke DPRD Provinsi. Sebelumnya.
Wali Kota Banjarmasin Haji Muhidin mengakui, kebutuhan rumah dinas bagi wali kota cukup mendesak, karena hanya di Banjatmasin yang wali kotanya tidak memikiki rumdin.
Rumdin wali kota yang dikehendaki berada di tepian sungai seperti layaknya istana Kerajaan Banjar tempo dulu.
Lokasi yang paling strategis yakni Jalan Piere Tendean yang saat ini masih berdiri gedung perpustaan Kalsel serta dinas pendidikan kota Banjarmasin.
"Saya ingin bangunan rumdin ini berdekatan dengan sungai, agar bisa menyesuaikan dengan situasi dengan zaman kerajaan Banjar dahulu," katanya.
Oleh karena itu ruilslag ini diharapkan bisa cepat selesai agar pembangunan rumdin wali kota juga segera dibangun./D/C
Editor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.