"Selain menjaring bibit-bibit unggul, perlombaan tersebut hanya sekedar menghibur dan memberikan tontonan kepada masyarakat di Pulau Sembilan yang mana selama ini daerah tersebut jarang diadakan kegiatan-kegiatan olahraga," katanya.
"Tidak banyak yang kami perlombakan di dua desa tersebut yaitu Desa Tengah dan Tanjung Nyiur karena ini merupakan yang pertama," ujar Zulkipli.
Perlombaan tersebut diantaranya, bolavoli, tenis meja, sepak takraw, dan menembak, dengan jumlah peserta sekitar 200 orang.
Bolavoli diikuti 18 klub putera dan puteri, tenis meja 75 orang putera dan puteri, sepak takraw 8 klub dan menembak 40 peserta yang dilaksanakan selama 15 hari, terangnya.
Sedangkan dana yang terkumpul untuk melaksanakan perlombaan tersebut diperoleh dari berbagai kalangan diantaranya sumbangan pribadi Rp 15 juta dan dari Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Rp5 juta, dengan total biaya sekitar Rp20 juta.
"Masyarakat menyambut baik acara tersebut, karena selama ini disana jarang atau bahkan tidak pernah diadakan perlombaan semacam itu," katanya.
Menurutnya, kegiatan tersebut dapat mendorong masyarakat untuk melakukan hal-hal yang positif untuk kemajuan dirinya, atau bahkan mengharumkan nama baik daerahnya.
Adapun kendala yang paling menonjol dalam pelaksanan lomba tersebut adalah kurangnya wasit yang profesional dan terdidik untuk mendukung kegiatan tersebut.
Padahal masyarakat mengharapkan lomba tersebut dapat berjalan dengan baik, tidak memihak, dan bersifat netral, sehingga tidak ada yang dirugikan, pungkasnya. Suli/C
Pewarta: suliEditor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.