Tiga program ini merupakan upaya pemerintah meningkatkan kesejahteraan sosial bagi masyarakat baik bidang pendidikan melalui KIP, bantuan sosial melalui PKH dan bansos pangan berupa beras sejahteraBanjarbaru, (Antaranews Kalsel) - Presiden Joko Widodo menyerahkan tiga program bantuan di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, yakni Kartu Indonesia Pintar (KIP), Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Sosial Pangan Beras Sejahtera.
Penyerahan program bantuan dari Kepala Negara yang didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhajir Effendi dan Menteri Sosial Idrus Marham itu dilakukan di Lapangan Murjani Banjarbaru, Senin.
"Tiga program ini merupakan upaya pemerintah meningkatkan kesejahteraan sosial bagi masyarakat baik bidang pendidikan melalui KIP, bantuan sosial melalui PKH dan bansos pangan berupa beras sejahtera," kata Presiden.
Menurut Presiden, PKH merupakan program bantuan dalam bentuk uang tunai yang diserahkan bertahap dalam satu tahun dibagi tiga periode dengan nominal sebesar Rp1.890.000 bagi kepala keluarga penerima manfaat program itu.
Presiden mengharapkan bantuan tunai yang masuk ke rekening kepala keluarga itu digunakan untuk pendidikan dan keperluan sekolah termasuk peningkatan gizi bagi anak-anak dalam keluarga penerima manfaat sehingga menjadi sehat dan pintar.
"Gunakan uangnya untuk kelancaran pendidikan anak-anak seperti membeli keperluan sekolah mulai dari buku, baju dan seragam sekolah termasuk pemenuhan gizi membeli ikan, telur dan makanan bergizi lainnya," kata Presiden.
Ditekankan, uang PKH tidak boleh digunakan untuk kebutuhan konsumtif termasuk membeli rokok untuk kepala keluarga dan ibu rumah tangga harus bisa mencegah agar uangnya tidak dipakai suami untuk keperluan lain.
"Ibu-ibu harus berani bilang bapak-bapaknya tapi jangan dibentak. Bilang baik-baik, uangnya untuk pendidikan anak-anak juga memenuhi kebutuhan gizi sehingga mereka menjadi sehat dan pintar," kata Presiden yang spontan "diiyakan" oleh ibu-ibu penerima manfaat.
Selanjutnya, Presiden juga menyampaikan bantuan KIP bagi siswa mulai jenjang sekolah dasar, sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas, masing-masing sebesar Rp450 ribu, kemudian Rp750 ribu dan Rp1 juta.
"Uang yang ditransfer di kartu harus digunakan untuk biaya pendidikan ya. Jangan untuk membeli pulsa karena jika dibelikan pulsanya, kartu bisa dicabut," ujar presiden di depan ratusan pelajar yang hadir di tempat itu.
Sementara itu, jumlah penerima KIP sebanyak 1.250 siswa terdiri atas 500 murid sekolah dasar, 273 pelajar sekolah menengah pertama serta masing-masing 175 siswa sekolah menengah atas dan siswa kesetaraan.
Selain itu, Presiden juga menyerahkan bantuan beras sejahtera kepada 1.250 kepala keluarga penerima manfaat termasuk 500 lembar sertifikasi yang diserahkan kepada guru seluruh jenjang pendidikan di kota itu.
Pewarta: Yose RizalEditor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.