Badan Futsal Daerah Provinsi Kalimantan Selatan menyatakan siap melaksanakan Liga Futsal Amatir Indonesia (LFAI).
Pelaksanaan LFAI tersebut berdasarkan hasil "workshop" PSSI bidang futsal di Jakarta beberapa hari lalu, ungkap Ketua Harian Badan Futsal Daerah Kalsel Nariansyah kepada ANTARA, Kamis.
"Workshop PSSI bidang futsal se Indonesia tersebut, menghasilkan kesepakatan akan mengadakan kegiatan berupa kompetisi LFAI," ungkapnya.
LFAI tersebut terlebih dahulu akan digelar oleh masing-masing pengurus cabang badan futsal kabupaten/kota, kemudian meningkat ke tingkat provinsi, wilayah dan yang tertinggi tingkat nasional.
"Setiap tim futsal amatir yang ada di Kalsel boleh ikut serta dalam ajang LFAI dan untuk batasan umur para pemain atau atlet tidak dikenakan pembatasan," tandasnya.
Namun untuk ke depannya atau pada turnamen tahun 2013 para pemain futsal yang tergabung dalam LFAI termasuk dalam batasan umur yakni maksimal 23 tahun.
Selain itu, setiap tim yang masuk ke dalam LFAI juga harus memiliki akta pendirian serta susunan kepengurusan, sehingga Badan Futsal Daerah (BFD) lebih mudah mendata tim-tim yang ada di dalam naungannya.
Oleh sebab itu, dalam waktu dekat BFD Kalsel akan menggelar workshop pelaksanaan LFAI di Badan Futsal Cabang (BFC) masing-masing daerah di wilayahnya guna persiapan pelaksanaan LFAI.
LFAI itu sendiri selambat-lambatnya dilaksanakan Mei dan berakhir Juni mendatang, sehingga pelaksanaannya dilaksanakan serentak se Indonesia, demikian Nariansyah.
Sementara Komite Olahraga NasionalIndonesia (KONI) Kalsel menetapkan 15 cabang olahraga unggulan untuk menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) di Pekanbaru Riau mendatang.
Sejumlah cabor unggulan Kalsel saat ini meliputi gulat, menembak, tinju, angkat berat dan binaraga, loncat indah, renang, biliar, bermotor, taekwondo, base ball, catur, dayung, wushu dan pencak silat.
Selain itu, Kalsel juga memiliki 21 cabor yang dianggap potensial seperti sepak bola, bola basket, bola voli, kempo, selam, bridge dan bulu tangkis, panjat tebing dan golf./her/C
Editor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.