PT Pertamina Kalimantan Selatan segera menggelontorkan premium ke seluruh SPBU di Banjarmasin untuk mengantisipasi antrean panjang yang terjadi dalam satu minggu terakhir.


GM PT Pertamina Kalimantan, Gigih Wahyu Irianto, di Banjarmasain, Rabu, mengatakan, rencananya mulai Kamis (26/4) pihaknya akan menambah pasokan premium ke seluruh SPBU di Banjarmasin sampai kondisi antrean panjang yang terjadi saat ini mereda.

Pernyataan tersebut disampaikan Gigih usai pertemuan dengan Gubernur Kalsel, Pertamina, anggota DPR-RI dan DPD asal pemilihan Kalimantan Selatan.

"Kita akan segera menambah pasokan bensin ke seluruh SPBU sesuai dengan kebutuhan," katanya.

Menurut dia, kekurangan premium di Kalsel yang terjadi saat ini, karena adanya pengurangan jatah BBM bersubsidi secara nasional termasuk Kalsel.

Pada 2011, kuota BBM bersubsidi Kalsel sebanyak 461.052 kiloliter dan realisasinya mencapai 478.355 kiloliter. Pada 2012, jumlah kuota BBM tersebut lebih rendah sekitar 8,3 persen dari realisasi 2011 atau 4,8 persen lebih rendah dari quota APBN-P 2011.

Sementara untuk kerosine (minyak tanah) pada 2011 sebesar 181.969 kl. dan realisasi 162.848 kl/bulan. Sedangkan Solar 253.067/kl, realisasi 260.500/kl.

Mengantisipasi kekurangan premium tersebut, berdasarkan surat Gubernur Kalsel 6 Januari 2012 yang ditujukan kepada Menteri ESDM, Kepala BHP Migas dan Pimpinan Pertamina Pusat, Kalsel mengharapkan kuota BBM bersubsidi 583.593 kiloliter dan Solar 317.810.

Ketua Hiswana Migas Kalsel Andi Khairudin mengatakan, antrean panjang tersebut akan sulit diatasi tanpa adanya penambahan quota premium di Kalsel. Menurut dia, dengan quota 2011 saja, kebutuhan premium di Kalsel tidak bisa terpenuhi dan selalu terjadi antrean panjang, apalagi pada 2012 ini justru berkurang dibanding 2011.

"Untuk itu kita berharap akan ada penambahan quota bersubsidi, karena kondisi dilapangan saat ini sudah sangat rawan," katanya.

Bahkan, bila BBM premium ini tidak segera ditambah, sebagian besar operator SPBU di Kalsel mengancam untuk berhenti, karena mendapatkan tekanan psikis yang cukup besar dari para pembeli dan masyarakat.

"Banyak petugas kami yang kini sakit karena kelelahan melayani masyarakat, para operator juga banyak menanggung kerugian akibat harus mengeluarkan uang lebih untuk beberapa biaya antara lain pengamanan dan luapan emosi warga yang merusak SPBU," katanya.

Tidak sedikit warga yang telah mengantre hingga berjam-jam, pada saat gilirannya ternyata premium habis, sehingga mereka mejadi emosi.

Mencegah hal tersebut, kata dia, pihaknya terpaksa harus menambah pengamanan dan biaya lainnya. "Beruntung saat ini masih relatif kondusif, tetapi kalau dibiarkan terus akibatnya akan fatal," katanya.

Saat ini antrean panjang di seluruh SPBU semakin menjadi-jadi, bahkan kini hampir seluruh pinggiran jalan kota Banjarmasin dipagari oleh ribuan mobil dan sepeda motor yang antre di SPBU.

"Mungkin ini adalah antrean di SPBU terpanjang di dunia, bagaimana tidak hampir seluruh pinggiran jalan kota Banjarmasin, terjadi antrean, bisa masuk Muri ini," celetuk beberapa warga./B/D 




Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026