Jaringan listrik PT PLN wilayah Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur interkoneksi pada akhir 2012 seiring selesainya pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Asam-Asam Kabupaten Tanah Laut Kalimantan Selatan unit tiga dan empat.

Kepala Divisi Konstruksi PT PLN Ir Setyadi di Asam-Asam Kabupaten Tanah Laut pada peresmian pemanfaatan PLTU Asam-Asam unit tiga, Kamis mengatakan, dengan selesainya pembangunan kedua pembangkit sebesar 130 megawatt tersebut maka pada akhir 2012 listrik tiga provinsi sudah interkoneksi.

Untuk mendukung interkoneksi tersebut, kata dia, pihaknya telah menyelesaikan pembangunan SUTT 150 KV di daerah Barikin-Tanjung sepanjang 60 kilometer dan telah beroperasi pada 2010. Jaringan tersebut, kata dia, adalah jalur interkoneksi ke Kalimantan Timur dari Kalsel maupun Kalteng.

"Dengan adanya interkoneksi, maka bila terjadi gangguan di salah satu daerah, daerah lainnya bisa langsung mem'back-up'," katanya.

Untuk memenuhi daya interkoneksi tersebut, PT PLN juga telah melakukan penandatanganan kontrak pembangunan PLTU Asam-Asam unit 5, 6 dan 7, juga beberapa pembangunan pembangkit lainnya.

Menurut Setyadi, jaringan yang telah diselesaikan, yaitu SUTT 150 KV wilayah Seberang Barito-Kayutangi sepanjang 30 kilometer yang telah beroperasi pada Juli 2011. Jalur tersebut untuk mengantisipasi perkembangan kota Banjarmasin ke arah selatan. Selanjutnya, SUTT 150 KV wilaya Barikin-Amuntai Kabupaten Hulu Sungai Utara sepanjang 45 kilometer dan telah beroperasi mulai 27 November 2011.

Jalur tersebut adalah jalur utama sebagai tulang punggung penyaluran daya PLTU Asam-Asam. Kemudian, tambah dia, juga telah selesai dibangun tiga unit gardu induk 150 kV baru, yaitu gardu induk Tanjung, Kayu Tangi, Amuntai dan empat unit gardu induk 150 KV extention, yaitu di Barikin, Seberang Barito dan Mantuil.

"Sebagai komitmen PLN dalam melaksanakan pembangunan berkelanjutan, saat ini juga dibangun beberapa proyek lainnya yang sedang dalam proses pelaksanaan," katanya.

Proyek-proyek tersebut antara lain SUTT 150 kV daerah Asam-Asam-Batulicin sepanjang 110 kilometer, PLTU Kotabaru sebesar 2X7 megawatt, SUTT 150 kV wilayah Tanjung - Buntok 130 kilometer dan scada sistem Kalimantan Selatan dan Tengah yang berguna untuk mengontrol jarah jauh seluruh sistem di daerah tersebut dengan lokasi di daerah Cempaka.

Terkait dengan keterlambatan pembangunan PLTU unit III dan IV, kata Setyadi, apalagi pembangunan pembangkit perlu ketelitian dan kecermatan dan harus berdasarkan standar uji yang sesuai yang ditetapkan.

"Apalagi ini adalah produk pertama dari China yang sedang kami coba kembangkan di Kalsel, sehingga perlu tenaga ekstra siang dan malam untuk mempercepat pengoperasian unit pembangkit," katanya.

PT PLN juga sedang serius menyelesaikan seluruh konstruksi dan pengujian unit empat sehingga dalam waktu yang tidak lama bisa segera dioperasikan./B/C




Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026