Dari hasil pemantauan tahap pertama tim Piala Adipura periode 2011-2012 Provinsi Kalimantan Selatan, Kabupaten Tabalong menempati peringkat ketujuh dari 13 kabupaten/kota.
Menurut kepala bidang pemantauan lingkungan hidup, Badan lingkungan hidup Kalsel, Ninuk Wartini, peringkat pertama pemantauan adipura ditempati kabupaten Hulu Sungai Tengah untuk kategori kota kecil dengan total nilai 72,19 dan peringkat kedua diraih kota Banjarbaru total nilai 71,20.
"Hasil pemantauan tahap pertama Adipura sudah dilaksanakan dan Tabalong menempati peringkat ketujuh dari 13 kota/kabupaten di Kalsel," jelas Ninuk di Tanjung Ibukota Tabalong, Kamis.
Dalam pemaparannya, Ninuk mengatakan penilaian adipura tahap II akan dilaksanakan Mei dengan bobot penilaian 80 persen fisik dan 20 persen non fisik. Penilaian fisik mencakup pengelolaan sampah sebanyak 50 persen, ruang terbuka hijau 35 persen dan pengendalin pencemaran air 15 persen.
"Pengelolaan sampah memiliki bobot penilaian terbesar yakni 50 persen untuk kategori fisik sedangkan pengelolaan ruang terbuka hijau hanya 35 persen dan pengendalian pencemaran air 15 persen," jelas Ninuk.
Untuk penilaian non fisik mencakup institusi 30 persen, manajemen 30 persen dan partisipasi masyarakat 40 persen.
Sekretaris daerah Tabalong, Afdel Fadilah mengakui saat ini pengelolaan sampah di Tabalong belum optimal karena itu pembenahan terus dilakukan dinas tata kota dan kebersihan setempat.
Üntuk meningkatkan pengelolaan sampah, kita telah mempersiapkan pembangunan TPA baru di Desa Masukau karena TPA yang lama sudah tidak memadai lagi," jelas Afdel.
Termasuk pembangunan ruang terbuka hijau di kawasan Belimbing Kecamatan Murung Pudak dan hutan kota di kawasan Bataman bekerja sama dengan PT Pama Persada Nusantara./mia/
Editor : Asmuni Kadri
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.