Jumlah penduduk miskin di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mengalami kenaikan sebanyak 3.988 orang.

Jumlah penduduk miskin Kalsel September 2011 tercatat 198.611 orang, sedangkan Maret 2011 masih tercatat 194.623 orang, demikian makalah dari Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Kalsel, yang disampaikan di Banjarmasin, Kamis.

Makalah itu disampaikan dalam sebuah pertemuan rapat koordinasi pelaksanaan percepatan pencapaian MDGs, yang dibuka Wakil Gubernur Kalsel, Rudy Resnawan di Hotel Arum Banjarmasin, Kamis. Makalah yang disampaikan kantor BPMPD Kalsel menyebutkan warga yang disebut miskin karena pengeluaran per kapita per bulan di suatu wilayah di bawah garis kemiskinan.

 Selama maret 2011 hingga September 2011 Garis Kemiskinan (GK) di wilayah ini mengalami kenaikan 4,59 persen. Pada Maret 2011 GK Kalsel adalah Rp238.535 per kapita per bulan, sedangkan pada September 2011 naik menjadi Rp249.487 per kapita per bulan.

 Untuk mengurangi kemiskinan tersebut pihak BPMPD Kalsel telah membangun berbagai fasilitas seperti pembuatan jembatan 113 buah, renovasi jembatan 435 buah, pembuatan jalan baru 5332 meter, peningkatan kualitas jalan 37.357 meter.

 Kemudian Pemprop Kalsel juga membuat siring jalan 776 meter, membuat tanggul, atau renovasi irigasi pertanian tiga buah, serta pembangunan pasar desa dua buah.

 Hallain yang dilakukan adalah renovasi prasarana umum atau desa 193 buah, renovasi MCK 14 unit, pengadaan air bersih atau sumur pompa tangan 59 unit.

Menurut instansi dalam penanggulangan warga miskin ini diperlukan penanganan daerah miskin secara tepat dan menyeluruh, serta peningkatan fokus penanganan kemiskinan jangka pendek kepada daerah-daerah yang tingkat kemiskinannya cendrung memburuk./D/C




Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026