Kita setuju kalau rumah sakit Sultan Suriansyah itu secepatnya dioperasikan pada 2019 nanti, karena dinilai sudah layakBanjarmasin,(Antaranews Kalsel) - Wakil Ketua DPRD Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Suprayogi menyatakan setuju dengan langkan pemerintah kota setempat yang akan mempercepat pengoperasian Rumah Sakit Sultan Suriansyah pada 2019.
"Kita setuju kalau rumah sakit Sultan Suriansyah itu secepatnya dioperasikan pada 2019 nanti, karena dinilai sudah layak," ujarnya di gedung dewan kota, Kamis.
Menurut politisi PDIP ini, dirinya secara pribadi sudah mendapat keterangan dari Wali Kota H Ibnu Sina tentang rencana tersebut, sebab sudah melakukan peninjauan secara langsung ke RS yang berlokasi di Jalan RK Ilir Banjarmasin Selatan tersebut.
"Kalau diliat banguan-bangunnya yang sudah ada itu, segi luas sangat mencukupi untuk membuat bilik-bilik tempat tidur pasein per lantainya, jadi sudah bisa beroperasi sebagai RS itu, meskipun standarnya mungkin hanya RS tipe C," paparnya.
Suprayogi tidak mempermasalahkan dengan kesepakatan sebelumnya dengan DPRD melalui penandatangan MoU tentang penyelesaian pembangunan fisik RS itu secara multiyears dari 2017, 2018 dan 2019 dengan anggaran APBD sebesar Rp180 miliar.
"Masalahnya kan kalau dibiarkan bertahun-tahun bangunan yang sudah ada itu tanpa difungsikan, akan rusak, jadi saya pikir bagusnya sambil beroperasi sambil jalan pula pembangunannya," tutur Suprayogi.
Dia berharap, antara dewan dan pemerintah kota terus melakukan koordinasi tentang kelanjutan program pembangunan RS ini untuk kepentingan pelayanan kesehatan masyarakat, sehingga ada titik temu untuk sama-sama melaksanakan tugas.
"Kita akan sangat malu kalau sampai RS itu tidak sampai terwujud, sebab sudah sangat banyak dana yang dikeluarkan, saya sendiri akan terus melakukan pemantauan hingga benar-benar bisa jalan dan beroperasi sesuai tujuan sebelumnya," pungkas Suprayogi.
Sebelumnya, Wali Kota Banjarmasin H Ibnu Sina menyatakan, pemerintah kota menargetkan operasional RS Sultan Suriansyah pada 2019 tanpa melaksanakan perencanaan awal akan membangun gedung induk sepuluh lantai untuk kamar pasein.
"Tentang rencana awal akan membangun gedung induk atau utama untuk pasein, sementara kita lupakan dulu itu," ujar kala itu saat mencek langsung bangunan RS yang sudah terbangun sejak 2015 tersebut.
Menurut dia, langkah yang rencananya akan pihaknya lakukan tahun depan itu bukan untuk melaksanakan pembangunan gedung baru lagi, namun hanya melakukan finishing untuk dua gedung yang sudah ada termasuk pengadaan alat kesehatannya agar bisa difungsikan secepatnya pada 2019.
"Jadi anggaran sebesar Rp38 miliar untuk RS ini pada 2018 akan dimaksimalkan untuk membenahi dua gedung yang ada ini, kalau masih ada kekurangan akan bisa diupayakan di APBD perubahan nantinya, sehingga sudah bisa beroperasi pada 2019," kata Ibnu Sina.
Pewarta: SukarliEditor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.