Dengan dipusatkannya peringatan-peringatan hari besar di Kecamatan maka tentunya akan lebih dekat dengan masyarakat dan lebih mengenal wilayah satu dengan yang lain
Barabai, (Antaranews Kalsel) - Bupati Hulu Sungai Tengah (HST) Abdul Latif memimpin upacara hari guru di kecamatan yang daerahnya cukup jauh ibu kota Kabupaten yaitu di Kecamatan Pandawan.
Walaupun cuaca mendung dan gerimis, ribuan guru berdatangan ke Lapangan Bina Muda Desa Pandawan Kamis (30), untuk menghadiri apel peringatan Hari Guru Nasional (HGN) dan HUT ke 72 PGRI
Bupati H Abdul Latif berharap dengan dipusatkannya peringatan-peringatan hari besar di kecamatan akan mampu mendekatkan guru dengan masyarakat dan lebih mengenal wilayah satu dengan yang lain.
"Terutama para pendidik itu sendiri sehingga turut merasakan wilayah kerja rekan sesama pendidik lainnya," ujarnya.
Dia menginginkan peran sebagai guru dapat dimaksimalkan dengan baik terutama yang berkaitan dengan tugas pokok dan fungsi.
"Karena di tangan gurulah generasi muda penerus pembangunan Bumi Murakata akan lahir dan sangat menentukan," katanya.
Amanat tertulis Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Muhajir Effendi yang di bacakan oleh Plt Sekda H Akhmad Tamzil juga mengajak para guru untuk mengintrospeksi diri, apakah mereka sudah menjadi teladan yang baik bagi para peserta didik.
"Apakah kita juga sudah cukup memuliakan guru-guru kita yang telah berjuang untuk mendidik dan membentuk karakter kita, sehingga menjadi pribadi tangguh dan berhasil," katanya.
Peringatan Hari Guru ini menurutnya adalah titik evaluasi yang strategis bagi pengambilan kebijakan Pemerintah, kebijakan tersebut di antaranya menjadikan guru lebih kompeten, profesional, terlindungi, dan pada gilirannya lebih sejahtera, mulia, dan bermartabat.
"Pemberian tunjangan profesi guru bagi guru yang telah tersertifikasi serta tunjangan khusus bagi guru yang mengabdi di daerah khusus akan terus menjadi perhatian," katanya.
Selain itu, untuk memenuhi kebutuhan guru di daerah, pemerintah menyediakan program afirmasi, program ini terdiri dari Program Sarjana Mendidik di Daerah Terluar, Terdepan dan Tertinggal (SM3T), pemberian subsidi bantuan pendidikan konversi GTK PAUD dan DIKMAS, serta program diklat berjenjang bagi pendidik PAUD.
"Perlu adanya peran pemerintah daerah untuk ikut serta melakukan redistribusi guru, meningkatkan kompetensi, dan memenuhi kesejahteraan guru yang masih di bawah standar minimum," katanya.
Pewarta: M. Taupik RahmanEditor : Muhammad Taufikurrahman
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.