PT Pertamina Kalimantan Selatan maksimalkan penjualan pertamax untuk menekan kelebihan penyaluran bahan bakar minyak terutama jenis premium bersubsidi, kata Sales Area Manager Pertamina Kalsel, Iin Febrian di Banjarmasin, Selasa.
        
Menurut dia, memaksimalkan penjualan tersebut, pihaknya terus menambah jumlah SPBU yang menjual bahan bakar non subsidi itu hingga ke daerah-daerah di Kalsel.
        
Sebelumnya, kata dia, yang menjual Pertamax hanya 20 dari 70 SPBU yang ada di seluruh kabupaten dan kota, namun kini telah mencapai 30 SPBU, diharapkan jumlah tersebut akan terus bertambah.
        
Penjualan pertamax kata dia, juga terus meningkat dari sebelumnya 800 kiloliter kini menjadi 1.100 kiloliter per bulan.
        
"Dari jumlah penjualan pertamax masih jauh dibanding dengan premium bersubsidi, namun diharapkan kedepan premium non subsidi tersebut akan lebih diminati," katanya.
        
Apalagi, kata dia, kuota premium bersubsidi 2011 direncanakan akan kembali dikurangi, dari sebelumnya 369.103 kiloliter pada 2010.
        
Diperkirakan, penyaluran premium bersubsidi 2010 akan melebihi dari kuota yang ditentukan dengan kelebihan 38 ribu kiloliter lebih.
        
"Kuota premium hanya 369.103 kiloliter diprediksi hingga akhir tahun penyaluran sebanyak 407.444 kiloliter," katanya.
        
Demikian juga dengan solar, kuota 167.890 kiloliter sedangkan realisasi diprediksi 210.878 kiloliter dan minyak tanah kuota 178.238 kiloliter dan realisasi 178.338 kiloliter.
        
Khusus minyak tanah, kata dia, kelebihan realisasinya tidak terlalu besar, namun tetap saja tidak sesuai dengan target penyaluran yang ditetapkan pemerintah.
        
Sementara penyaluran premium di Kalsel sebesar 1.100 kiloliter per hari, solar 580 kiloliter per hari.
        
Kemungkinan terjadi penyimpangan pemanfaatan solar bersubsidi untuk industri, kata Iin, memang masih cukup besar, terbukti Pertamina beberapa kali diminta untuk menjadi saksi ahli.
        
"Tapi pelanggaran tersebut bukan kapasitas kita untuk memberikan keterangan, karena itu masuk wilayah kepolisian, kita hanya diminta sebagai saksi ahli," katanya.
        
Menurut Iin, Pertamina tetap berharap pada 2011 subsidi BBM Kalsel tidak dikurangi tetapi justru ditambah mengingat pertumbuhan kendaraan bermotor mencapai 30 persen per bulan.
        
"Kami bersyukur pemerintah daerah juga cukup aktif memperjuangkan masalah penambahan kuota bersubsidi Kalsel, diharapkan akan mendapatkan tanggapan," katanya.*B*


: Abdul Hakim Muhiddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026