Persatuan Sejarah Malaysia tertarik pada wisata religius di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.

 "Kami sangat tertarik pada wisata religius, seperti makam Datuk Kelampayan karena berperan melestarikan budaya Islam," ujar pemimpin Persatuan Sejarah Malaysia Datok Nik Mohamed Saleh di Martapura, Kamis. Kedatangan rombongan Persatuan Sejarah Malaysia yang disambut Bupati Banjar Khairul Saleh bertujuan menjalin silaturahmi dan bertukar pikiran tentang sejarah dan kebudayaan di kabupaten setempat. Menurut Datok Nik, kedatangan rombongan Persatuan Sejarah Malaysia ke Indonesia sudah berlangsung beberapa kali sejak hubungan sejarah Malaysia dan Indonesia terjalin dengan baik. Kunjungan berawal sejak tahun 1990-an. Pada saat itu rombongan Persatuan Sejarah Malaysia mengunjungi sejumlah pulau di Indonesia, seperti Sumatra, Jawa, dan Sulawesi, termasuk Kalimantan, khususnya di Kabupaten Banjar. "Banyak pengalaman dan hikmah yang dapat diambil dalam kunjungan ini, baik semakin mempererat silaturahmi maupun menambah pengetahuan tentang sejarah negeri kita yang masih satu rumpun," katanya. Selain tertarik wisata religius, Datok Nik juga terkesan dengan wisata budaya Pasar Terapung di Desa Lok Baintan Kecamatan Sungai Tabuk sebagai salah satu tujuan kunjungan wisatawan nasional maupun internasional. Bupati Banjar Khairul Saleh mengatakan bahwa pihaknya sangat gembira menyambut kedatangan rombongan Persatuan Sejarah Malaysia, apalagi mereka tertarik dan terkesan dengan wisata yang terdapat di kabupaten setempat. "Kunjungan ini merupakan kebanggaan bagi kami, apalagi rombongan tertarik dengan potensi wisata baik wisata religius maupun wisata budaya yang dimiliki Kabupaten Banjar," ujarnya. Dijelaskan Khairul, wisata religius yang dimiliki Kabupaten Banjar cukup banyak seperti kompleks pemakaman Datuk Kelampayan yang merupakan makam ulama terkenal Kota Martapura, yakni Syech Muhammad Arsyad Al Banjari. Selain itu, juga ada kompleks pemakaman K.H. Muhammad Zaini Abdul Ghani atau dikenal dengan sebutan Guru Sekumpul yang terletak di Kelurahan Sekumpul Kecamatan Martapura Kota. "Kompleks pemakaman ulama-ulama besar itu menjadi tujuan kunjungan wisatawan yang ingin mengetahui wisata religius sehingga menguatkan ciri khas Kota Martapura sebagai Kota Serambi Mekah Kalsel," katanya./zal/B


Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026