Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, masih mengalami berbagai persoalan kesehatan yang harus ditangani secara seksama agar derajat kesehatan masyrakatnya kian meningkat.


Persoalan kesehatan tersebut masih ditemukannya kasus gizi buruk dan gizi kurang, serta masih tingginya angka kematian ibu atau angka kematian bayi, kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Drg Hj Diah R Praswasti, di balaikota Banjarmasin, Rabu.

Drg Hj Diah R Praswasti mengatakan hal itu kepada wartawan di sela-sela Rapat Koordinasi (Rakor) kesehatan yang bertemakan "Melalui Keterpaduan Program Tingkatkan Kualitas Pelayanan Kesehatan

." Melihat masih adanya persoalan bidang kesehatan itulah melalui Rakor disepakati berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan optimal kepada seluruh masyarakat Banjarmasin.

Komitmen ini bertujuan agar pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat dapat memberikan dampak peningkatkan siginifikan terhadap kesedaran dan derajat kesehatan masyarakat yang masih rendah.

"Kita berupaya meningkatkan citra pelayanan kesehatan kita melalui Puskesmas sebab sejauh ini masyarakat ternyata masih cukup banyak yang belum memanfaatkan sarana kesehatan kita yang sudah disediakan Pemkot,"jelasnya.

Menurutnya, rendahnya kesadaran masyarakat dalam pemanfaatan fasilitas kesehatan mengakibatkan Banjarmasin mengalami peningkatkan berbagai kasus kesehatan.

"Untuk itulah, kita berkomitmen menekan kasus-kasus tersebut, terutama terjadap tingginya angka kematian Ibu dan bayi yang masih tinggi,"katanya.

Kendala lainnya, Banjarmasin juga belum memiliki pelayanan yang konfrehensif sebagai tempat rujukan pelayanan kesehatan. Hal ini lantaran saat ini Pemkot Banjarmasin belum memiliki rumah sakit yang dikelola sendiri oleh Pemkot dalam rangka memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat./D/ D 




Editor : Asmuni Kadri

COPYRIGHT © ANTARA 2026