Jumlah tersebut, kata dia, terdiri atas 1,1 juta pohon di kawasan hutan tanaman industri (HTI), 560.600 pohon merupakan hutan kemitraan, 4.480.000 perkebunan dan lain-lain sebanyak 2.295.871 batang pohon.
"Jenis tanaman yang telah kita tanam sangat berviriasi antara lain pohon mahoni, karet, sungkai, akasia, jelutung, dan tanaman serbaguna lainnya," katanya.
Pernyataan Gubernur tersebut disampaikan pada acara gerakan nasional penanaman satu miliar pohon yang dilakukan secara simbolis bersama Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan di Lapangan Murjani.
Menurut Gubernur sejak beberapa tahun terakhir, kualitas lingkungan di Kalsel mengalami penurunan, yang merupakan dampak dari kegiatan yang kurang memperhatikan lingkungan.
Berbagai kerusakan lingkungan, kata dia, sudah terjadi di beberapa daerah, dan pemerintah kini sulit untuk mengatasinya.
"Persoalan lingkungan adalah masalah kompleks yang untuk mengatasinya diperlukan keterlibatan seluruh pihak, bukan hanya pemerintah provinsi, tetapi juga daerah dan kota serta masyarakat dan pihak terkait," katanya.
Menurut Gubernur, selain menanam pohon di kawasan hutan, dia juga akan menggalakkan program penanaman pohon di seluruh kantor pemerintah, swasta maupun di perumahan.
Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan mengatakan, kesadaran menanam pohon kini telah tumbuh dengan baik terutama di daerah Jawa Timur.
Menurut dia, saat ini di daerah tersebut lingkungannya tidak hanya terlihat asri karena banyak pohon tetapi kini juga bermunculan pengusaha-pengusaha yang bergerak di sektor perkayuan.
"Di Jawa Timur kini ada namanya, Haji Jati, Haji Mahoni dan haji-haji lainnya sebagai dampak dari menanam pohon," katanya.
Artinya, tambah dia, dengan menanam pohon tidak hanya berdampak pada perbaikan lingkungan tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, asalkan dikelola dengan baik.
Makanya, kata dia, kini Kemenhut programnya hanyalah menanam, menanam dan terus menanam.
Kedatangan Menhut ke Kalsel didampingi oleh Dirjen BP-DAS dan Perhutanan Sosial Hari Santoso, Dirjen Bina Usaha Kehutanan Imam Santoso, Dirjen Planologi Kehutanan, Bambang Supianto dan Dirjen Kemenhut Irham Ja'far.
Kementerian kehutanan membangun 8.000 kebun bibit rakyat yang diharapkan mampu menghasilkan 400 juta batang pohon untuk memenuhi kebutuhan gerakan penanaman satu miliar pohon pada 2010.
Pernyataan itu disampaikan Menhut usai acara penanaman pohon di Banjarbaru, Minggu dalam rangka melaksanakan target program menanam satu miliar pohon di seluruh daerah di Indonesia.
Menurut dia, program pembangunan kebun bibit rakyat (KBR) tersebut dilaksanakan di 422 kabupaten dan kota.
Khusus Kalsel, kata dia, pada 2011 telah dialokasikan sebanyak 225 unit dengan dana Rp11,25 miliar. Diharapkan dari jumlah tersebut akan mampu menghasilkan sekitar 11,25 juta batang pohon.
Secara nasional, program KBR akan kembali ditingkatkan jumlahnya menjadi 10 ribu unit untuk memproduksi 500 juta batang yang diselenggarakan pada 424 kabupaten dan kota.
"Khusus Kalsel jumlahnya juga akan dinaikkan menjadi 350 unit dengan dana Rp17,5 miliar dengan harapan bisa menghasilkan 17,5 juta batang pohon," katanya.
Selain itu, tambah dia, pada 2011 juga akan dibangun 23 unit persemaian permanen atau modern pada 22 provinsi termasuk Kalsel satu unit, dengan harapan bisa menghasilkan produksi bibit berkualitas 35 juta batang per tahun.
Mendukung program pemerintah berbasis propertumbuhan,
prolapangan kerja, propemberantasan kemiskinan dan prolingkungan, kata dia, mulai 2010 hingga 2014 Kementerian Kehutanan juga mengembangkan program pemberdayaan masyarakat dalam kawasan maupun sekitar hutan.
Dalam program tersebut, kata dia, akan dikembangkan hutan kemasyarakatan dua juta hektare untuk 500 ribu hektare untuk hutan desa dan 900 ribu hektare untuk kawasan hutan lindung dan hutan produksi.
Selain itu, tambah dia, di luar kawasan hutan dikembangkan hutan rakyat kemitraan antara kelompok tani dengan industri perkayuan seluas 250 ribu hektare.
"Dengan program tersebut, petani yang sebelum tidak memiliki lahan akan bisa menggarap lahan bekerj asama dengan pemerintah yaitu dengan menanam pohon perkebunan dan lainnya," katanya.
Sedangkan keberhasilan gerakan penanaman pohon yang dimulai pada 2007 dengan target 79 juta terealisasi 101 juta batang atau 113 persen, 2008 target 100 juta pohon serta gerakan perempuan tanam dan pemeliharan pohon dengan target lima juta batang terealisasi 114 juta batang.
Pada 2009 target penanaman pohon satu orang satu atau 230 juta batang terealisasi 251 juta batang.
Menhut menyerahkan bibit pohon secara simbolis kepada beberapa kelompok masyarakat dan instansi yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan.
Masing-masing kelompok juga mendapatkan bantuan dana untuk pemeliharaan sebesar Rp50 juta.
: Abdul Hakim Muhiddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.