Badan Penaggulangan Bencana Daerah Kotabaru Kalimantan Selatan berencana merelokasi bangunan rumah yang ada di bantaran Sungai Baharu agar tidak terjadi penyempitan sungai.


Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotabaru Tri Basuki Rahmat, Minggu, di Kotabaru mengatakan, salah satu penyebab terjadinya banjir karena terjadi penyempitan sungai dan tidak berfungsinya drainase untuk mengalirkan air dari hulu ke hilir.

"Salah satu langkah untuk menghindari terjadinya banjir perlu ada normalisasi dan relokasi rumah-rumah yang dibangun di bantaran Sungai Baharu," katanya.

Ia mengemukakan, pihaknya segera mengusulkan relokasi tersebut ke Dinas Cipta Karya dan Perumahan Kotabaru sebagai instansi tekhnis.

Menurut Basuki, apabila hal itu tidak segera dilakukan, banjir akan terus mengancam daerah tersebut.

Terlebih, kata dia, dengan jatuhnya empat korban meninggal dunia, akibat terseret banjir Sabtu (3/3) pemerintah daerah dan instansi terkait harus tanggap.

Kepala Dinas Cipta Karya, Permukiman dan Perumahan Kabupaten Kotabaru H. Akhmad Rivai mengatakan, pihaknya sudah lama menyusun langkah strategis untuk melakukan perbaikan drainase dan normalisasi sungai di Kotabaru.

"Untuk membangun drainase yang refresentatif dan normalisasi sungai sesuai dengan standar diperlukan dana sekitar Rp41 miliar," ujarnya.

Akibat tidak berfungsinya saluran air menyebabkan banyak persoalan yang muncul, diantaranya, banjir, kerusakan badan jalan.

Drainase yang tidak baik menyebakan genangan dan endapan sedimen atau sampah di saluran, elevasi yang bisa menyebabkan banjir.

Sedikitnya, terdapat lima titik genangan di wilayah perkotaan yang menyebakan banjir, dan ada beberapa drainase di perkotaan yang sudah sangat mendesak perlu ditangani, yang panjangnya 6,26 Km.

Dinas Cipta Karya perlu melakukan normalisasi saluran dan normalisasi sungai, untuk saluran pembuangan akhir.

Semuanya akan bermuara ke Selat Laut dan kelima sungai yang ada di Kota Kotabaru.

Kelima sungai yang ditetapkan sebagai saluran pembuang akhir yaitu Sungai Peramuan, Sungai Rampa, Sungai Baharu, Sungai Belingkar dan Sungai Bekungkang.c/C



Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026