Sebagian masyarakat Hulu Sungai Utara Kalimantan Selatan lebih memilih menggunakan transportasi jalur sungai dari pada menggunakan jalur darat, karena badan jalan kondisinya rusak dan memprihatinkan.

Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Hulu Sungai Utara H Ahmad Musadik MSi, Senin, mengatakan, selama ini pedagang dari Kecamatan Babirik dan Sungai Pandan lebih memilih menggunakan angkutan sungai menuju Pasar Alabio karena kondisi jalan Muara Tapus ke Babirik masih rusak parah.

Musadik mengharapkan, jalan yang berstatus jalan propinsi itu dapat segera diperbaiki oleh Pemprov Kalsel.

"Bahkan permohonan perbaikan itupun sudah beberapa kali disampaikan Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara," jelasnya.

Akibat masih banyaknya masyarakat menggunakan jalur sungai tersebut, sarana dan prasarana transportasi darat terlihat sepi dan kurang dimanfaatkan oleh masyarakat, seperti terminal.

Pembangunan terminal menurut Musadik, bertujuan untuk angkutan antar desa disepanjang jalan Amuntai-Muara Tapus termasuk Alabio menuju Kecamatan Babirik.

Jalur tersebut merupakan lintas perdagangan yang cukup ramai, disamping trayek ke Danau Panggang dan jalur Nagara  yang merupakan ibukota Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

"Namun sayang trayek angkutan umum untuk Amuntai ke Babirik belum tersedia, tetapi Insya Allah kedepan mudah mudahan sudah ada" ujarnya.

Camat Babirik Jumadi membenarkan trayek Amuntai-Babirik belum ada yang mengajukan.

"Kemungkinan karena kondisi jalan Muara Tapus menuju Babirik yang masih rusak parah," pungkasnya.Hms/C




Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026