Empat warga Provinsi Kalimantan Selatan sejak bulan Januari hingga pertengahan Februari 2012 meninggal dunia akibat terserang penyakit demam berdarah.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel Rosihan Adhani di Banjarbaru, Selasa mengatakan, empat warga yang meninggal itu, tiga orang berasal dari Kabupaten Hulu Sungai Tengah dan satu orang dari Kota Banjarbaru.
"Keempatnya meninggal karena penyakit yang dideritanya sudah parah akibat serangan penyakit mematikan itu sehingga nyawa mereka tidak tertolong," ujarnya kepada sejumlah wartawan.
Ia mengatakan, selain menyebabkan empat orang meninggal, serangan penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk Aedes Aegepty itu juga membuat 281 orang lainnya menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Ratusan warga itu dinyatakan positif terserang demam berdarah sehingga harus menjalani perawatan intensif untuk memulihkan kondisi kesehatannya yang menurun drastis akibat virus penyakit.
"Ratusan orang yang positif terserang demam berdarah itu tersebar di seluruh kabupaten dan kota sehingga kami minta jajaran Dinkes setempat dan warganya waspada demam berdarah," katanya.
Disebutkan, penderita positif demam berdarah paling banyak dari Kabupaten Hulu Sungai Selatan sebanyak 96 orang, Hulu Sungai Tengah 32 orang, Kabupaten Tanah Laut dan Kabupaten Banjar masing-masing 26 orang.
Kemudian Kabupaten Hulu Sungai Utara 19 orang, Banjarbaru 17 orang, Barito Kuala 14 orang, Tabalong 13 orang, Balangan 12 orang, Tanbu 9 orang, Tapin 8 orang serta Banjarmasin dan Kotabaru masing-masing 7 orang.
"Kami sudah mengintruksikan dinas kesehatan di seluruh kabupaten dan kota melakukan langkah pencegahan seperti mengimbau warganya menggalakan gerakan 3 M plus," ujarnya.
Dikatakan, gerakan 3 M (menutup, menguras dan mengubur) plus menggunakan kelambu dan obat-obatan pembasmi nyamuk, efektif mencegah perkembangbiakan nyamuk pembawa penyakit demam berdarah.
Selain itu, pihaknya juga meminta petugas medis di rumah sakit maupun puskesmas melaksanakan tata laksana penanganan demam berdarah yang tepat sehingga nyawa penderita bisa diselamatkan.
"Tata laksana penanganan demam berdarah yang dijalankan petugas medis sangat menentukan langkah untuk menyelamatkan penderita agar sembuh dari penyakitnya," kata dia.
Ditambahkan, jumlah penderita demam berdarah selama kurun waktu dua tahun terakhir menurun dimana 2010 lalu mencapai 1.079 kasus dengan 33 meninggal dan 2011 sebanyak 363 kasus dengan 8 orang meninggal./zal/
Editor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.