Tokyo (ANTARA) - Menteri Unifikasi Korea Selatan Chung Dong-young mengusulkan kepada Korea Utara untuk memulai perundingan terkait ledakan ranjau di dalam zona demiliterisasi (DMZ) pekan lalu yang melukai tiga personel militer Korsel, menurut kantor berita Yonhap pada Jumat.
"Pada akhirnya, akar masalah insiden ini terletak pada persoalan garis gencatan senjata," kata Chung seperti dikutip Yonhap.
"Saya, sebagai Menteri Unifikasi, mengusulkan kepada Korut: Kita harus bertemu sekarang dan berkomunikasi. Setidaknya kita harus mulai berkomunikasi, memverifikasi Garis Demarkasi Militer (MDL) dan melakukan survei ulang terhadap garis itu," imbuh Chung.
Pada 21 September, tiga orang, termasuk dua tentara Korsel, terluka dalam ledakan yang diduga berasal dari dua ranjau di zona demiliterisasi. Sebuah ranjau lain yang belum meledak kemudian ditemukan di area yang sama.
Militer Korsel menyatakan bahwa ranjau yang meledak tersebut dipasang oleh Korut, dan menyebut insiden itu sebagai pelanggaran terhadap perjanjian gencatan senjata, serta menuntut permintaan maaf dan langkah yang sesuai dari Pyongyang.
Korut membantah terlibat dalam insiden tersebut dan menyebut tuduhan Seoul sebagai tindakan provokasi.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Korsel usulkan perundingan dengan Korut terkait isu garis perbatasan
Pewarta: KatrianaEditor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.