Moskow (ANTARA) - Amerika Serikat tidak menutup kemungkinan melancarkan serangan ke Irak jika mendeteksi adanya ancaman dari wilayah negara tersebut, meski operasi militernya melawan ISIS di Irak telah resmi berakhir, menurut The Washington Post.

Surat kabar itu, mengutip seorang pejabat Amerika Serikat yang tidak disebutkan namanya, melaporkan bahwa pasukan AS akan dipindahkan dari Irak ke Yordania untuk berfokus memerangi sel-sel ISIS di Suriah.

Namun demikian, jika ISIS kembali berada di luar kendali di Irak dan Suriah serta kedua negara meminta bantuan Amerika Serikat, pasukan AS dapat kembali ke wilayah tersebut, menurut laporan itu.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengatakan pasukan militer Amerika Serikat siap kembali dan memberikan bantuan kepada otoritas Irak jika diperlukan, meski kontingen militer AS ditarik dari negara tersebut.

Mengikuti pengumuman Pentagon, Trump pada Rabu mengumumkan penarikan unit-unit terakhir AS dari Irak dan berakhirnya Operasi Inherent Resolve.

Trump menyebut kampanye militer selama 12 tahun tersebut sebagai akhir dari "petualangan yang sangat mahal menuju neraka".

Sementara itu, Pentagon mengatakan keamanan di kawasan kini menjadi tanggung jawab angkatan bersenjata Irak. Namun, Amerika Serikat akan tetap memberikan bantuan terbatas kepada Irak berupa pelatihan personel militer dan berbagi informasi intelijen.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: AS tidak menutup kemungkinan kembali serang Irak, ini alasannya



Pewarta: Yoanita Hastryka Djohan
Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026