Hal itu dikatakannya di sela rapat koordinasi pengendalian kebakaran hutan dan lahan Provinsi Kalimantan Selatan 2010 di Hotel Permata Inn Banjarbaru, Kamis.
"Luas kebakaran hutan Indonesia menurun seiring semakin berkurangnya jumlah titik api yang terpantau satelit," ujarnya di hadapan 100 peserta dari instansi kehutanan dan unit kerja terkait.
Menurut dia, penurunan jumlah titik api dipengaruhi cuaca dengan curah hujan cukup tinggi sehingga memadamkan titik-titik api.
"Faktor cuaca yang lebih banyak hujan dibanding panas mempengaruhi pemadaman titik api," katanya.
Dikatakan, sesuai Instruksi Presiden Nomor 1 tahun 2010 pihaknya menargetkan penurunan luas kebakaran hutan 10 persen setiap tahun dari data kebakaran hutan 2008 seluas 6.793,08 hektare.
"Target penurunan itu tertuang dalam indikator kinerja Bidang Pengendalian Kebakaran Hutan Kementerian Kehutanan yang dilaksanakan bertahap sejak 2010 hingga 2014," ujarnya.
Target penurunan luas kebakaran hutan 10 persen pertahun pada 2010 turun menjadi 6.113.77 hektare disusul penurunan 2011 menjadi 5.434.46 hektare.
Selanjutnya 2012 ditargetkan turun menjadi 4.755.16 hektare kemudian 2013 menjadi 4.075.85 hektare dan hingga akhir 2014 penurunan luas kebakaran hutan menjadi 3.396.54 hektare.
Ditambahkan, fenomena yang tengah berlangsung sekarang adalah kebakaran hutan yang terjadi di luar kawasan hutan mencapai 80 persen sehingga kebakaran yang masuk kawasan hutan hanya 20 persen.
"Munculnya kebakaran di luar kawasan hutan disebabkan pembukaan lahan sehingga untuk mengurangi luasan lahan yang terbakar diperlukan kesadaran masyarakat tidak membakar lahan," katanya.
Ditekankan, jika pembakaran lahan masih terus berlangsung maka pihaknya siap menindak tegas pelaku karena sudah ada koordinasi dengan aparat kepolisian maupun kejaksaan.
Editor : Abdul Hakim Muhiddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.